Senjata Rahasia Pentagon Tewaskan Pakar UFO

11 Mei 2026

4
Min Read

Jakarta – Pernyataan mengejutkan datang dari Pentagon. Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengumumkan penggunaan senjata energi khusus, yang seolah mengkonfirmasi kekhawatiran lama para peneliti mengenai potensi teknologi tersebut. Pengumuman ini muncul dalam unggahan di platform X oleh Kepala Pejabat Teknologi Departemen Perang, Emil Michael, pada 4 Mei, bertepatan dengan Hari Star Wars Nasional.

Unggahan tersebut menampilkan foto persenjataan yang memancarkan sinar laser dan seorang tentara yang memegangi kepalanya kesakitan. Michael menulis, “Senjata energi terarah adalah tambahan yang bagus untuk persenjataan kami…” Pernyataan ini sontak memicu diskusi luas mengenai implementasi teknologi yang sebelumnya banyak dianggap sebagai fiksi ilmiah.

Senjata Energi Terarah: Konfirmasi Teknologi Canggih

Senjata energi terarah, yang dikenal dengan singkatan DEW (Directed Energy Weapon), merupakan instrumen perang modern yang bekerja dengan memanfaatkan sinar terfokus. Teknologi ini dirancang untuk melumpuhkan berbagai target, mulai dari sistem elektronik musuh seperti drone, hingga secara efektif melumpuhkan atau bahkan menewaskan personel lawan.

Menurut deskripsi dalam unggahan Pentagon, sinar yang dihasilkan oleh DEW tersusun dari energi elektromagnetik pekat atau partikel atom dan subatomik. Dengan pengumuman ini, Departemen Perang secara implisit mengakui pengembangan senjata yang selama bertahun-tahun menjadi subjek rumor dan spekulasi, menggambarkan sebuah lompatan teknologi yang signifikan dalam kapabilitas militer.

Misteri Kematian Amy Eskridge: Korban Senjata Rahasia?

Di tengah pengumuman Pentagon, publik kembali teringat pada sosok mendiang ilmuwan Amy Eskridge (34). Eskridge dikenal luas karena penelitian ekstensifnya yang mendalam mengenai teknologi anti gravitasi, fenomena UFO (Unidentified Flying Object), serta kehidupan ekstraterestrial.

Pada tahun 2022, Eskridge diduga meninggal dunia akibat luka tembak yang dilakukan sendiri. Namun, sebelum kematiannya, ia sempat mengklaim dirinya menjadi korban serangan menggunakan DEW di kediamannya di Huntsville, Alabama. Klaim ini muncul tak lama sebelum ia ditemukan meninggal.

Dugaan Eskridge diperkuat oleh pensiunan perwira intelijen Inggris, Franc Milburn. Milburn direkrut oleh Eskridge untuk menyelidiki dugaan pelecehan yang dialaminya setelah Eskridge mengancam akan membongkar informasi sensitif terkait penelitiannya. Milburn meyakini Eskridge menjadi sasaran senjata energi terarah yang menyebabkan luka bakar pada tubuhnya melalui gelombang mikro.

Milburn bahkan membagikan bukti berupa foto-foto lepuh, lesi kulit, dan luka-luka lain yang diduga diderita Eskridge akibat serangan tersebut. Ia kemudian menyerahkan temuannya kepada Kongres Amerika Serikat pada tahun 2023. Milburn berkesimpulan bahwa Eskridge bukanlah korban bunuh diri, melainkan dibunuh oleh sebuah perusahaan kedirgantaraan swasta yang berusaha membungkamnya dari investigasi mendalam terhadap isu-isu keamanan yang krusial.

Meskipun teori Milburn dan Eskridge mengenai serangan laser belum terkonfirmasi secara definitif, militer AS sendiri telah menggunakan teknologi serupa dalam berbagai uji coba sinar laser. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan senjata berbasis energi memang sedang digalakkan.

Pentagon Gencar Kembangkan Senjata Energi

Pengumuman Pentagon mengenai penggunaan DEW bukanlah kejadian mendadak. Departemen Pertahanan AS telah secara intensif mengembangkan teknologi senjata energi dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu indikator terkuat adalah permintaan dana sebesar USD 789,7 juta untuk mendanai kampanye DEW mereka selama tahun fiskal 2025.

Sebagian besar riset dan pengembangan ini melibatkan kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan eksternal. Salah satunya adalah perusahaan teknologi pertahanan AeroVironment. Perusahaan ini dilaporkan turut berperan dalam pengembangan senjata yang ditampilkan dalam unggahan media sosial Pentagon, yaitu Locust X3. Senjata sinar laser ini mampu menembakkan proyektil dengan kecepatan cahaya, menjadikannya sangat efektif untuk melumpuhkan drone musuh.

Daftar Ilmuwan yang Hilang dan Meninggal

Kasus Amy Eskridge menambah daftar panjang ilmuwan dan peneliti terkemuka di Amerika Serikat yang dilaporkan meninggal dunia atau menghilang secara misterius. Total ada 11 orang yang terlibat dalam penelitian terkait Fenomena Anomali Tak Dikenal (UAP) atau yang sebelumnya dikenal sebagai UFO, serta isu-isu keamanan nasional lainnya.

Kepergian mereka yang mendadak dan seringkali dalam kondisi mencurigakan menimbulkan spekulasi dan kekhawatiran mengenai adanya upaya untuk membungkam atau menghilangkan individu yang mendekati penemuan penting terkait rahasia negara atau teknologi canggih yang belum terungkap ke publik. Keterkaitan antara kematian para ilmuwan ini dengan pengembangan senjata rahasia oleh pemerintah menjadi sorotan publik yang tak terhindarkan.

Tinggalkan komentar


Related Post