QRIS Jangkau China, Dominasi Pembayaran Digital RI Meluas

10 Mei 2026

4
Min Read

Meta Description: QRIS kini resmi terintegrasi dengan sistem pembayaran China, membuka gerbang transaksi global bagi UMKM Indonesia. Baca detailnya di sini.

Jakarta
Sebuah tonggak sejarah baru dalam dunia pembayaran digital Indonesia telah tercapai. Mulai 30 April 2026, sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tidak lagi hanya beroperasi di dalam negeri, tetapi telah merambah ke kancah internasional, khususnya Tiongkok. Implementasi QRIS Antarnegara ini menandai evolusi signifikan, mengubah QRIS dari sekadar alat pembayaran domestik menjadi infrastruktur yang mampu menjembatani transaksi lintas batas.

Langkah strategis ini disambut baik oleh para pelaku industri, salah satunya PT Netzme Kreasi Indonesia. Sebagai salah satu Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) kategori 1, Netzme menjadi garda terdepan dalam fase awal integrasi QRIS antara Indonesia dan Tiongkok. Kolaborasi ini memungkinkan pengguna aplikasi pembayaran dari kedua negara untuk melakukan transaksi digital secara langsung hanya dengan memindai kode QR.

Artinya, masyarakat Indonesia yang menggunakan aplikasi Netzme Pay kini dapat dengan mudah melakukan pembayaran saat berbelanja di berbagai merchant di Tiongkok. Sebaliknya, para pedagang di Indonesia yang telah terdaftar dalam sistem QRIS Netzme juga siap menerima pembayaran dari wisatawan Tiongkok. Mereka dapat menggunakan aplikasi pembayaran populer di Tiongkok, seperti Alipay dan UnionPay, untuk bertransaksi di Indonesia.

Memperluas Jangkauan UMKM ke Pasar Global

Vicky G. Saputra, CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, menekankan pentingnya inisiatif QRIS Antarnegara ini bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia. “QRIS Antarnegara adalah komponen krusial dalam mempersiapkan UMKM kita menghadapi dinamika transaksi global,” ujarnya.

Netzme, yang berperan sebagai PJP baik di sisi penerbit (issuer) maupun pengakuisisi (acquirer), menawarkan keuntungan ganda. “Pengguna Indonesia kini dapat bertransaksi lebih nyaman di Tiongkok melalui Netzme Pay. Sementara itu, merchant di Indonesia dapat dengan mudah menerima pembayaran dari turis Tiongkok melalui solusi seperti Toko Netzme dan QRIS Soundbox Netzme,” jelas Vicky.

Tahap awal implementasi yang dimulai pada akhir April 2026 ini memperkenalkan dua skenario transaksi utama. Pertama, pengguna aplikasi Netzme Pay dapat memindai kode QR di merchant Tiongkok yang sudah mendukung skema QRIS Antarnegara. Kedua, merchant dan UMKM di Indonesia dapat menerima pembayaran dari wisatawan Tiongkok yang menggunakan aplikasi pembayaran yang terhubung dengan sistem ini.

Kolaborasi Bank Sentral Demi Konektivitas Digital

Pengembangan QRIS Antarnegara ini merupakan hasil dari kerja sama erat antara Bank Indonesia (BI) dengan People’s Bank of China (PBoC). Kedua bank sentral ini berupaya membangun sebuah ekosistem pembayaran digital lintas negara yang tidak hanya efisien, tetapi juga lebih inklusif bagi masyarakat.

Langkah ini selaras dengan tren pertumbuhan pesat QRIS di pasar domestik. Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa hingga triwulan I 2026, jumlah merchant yang telah mengadopsi QRIS telah menembus angka 44 juta. Sebagian besar dari jumlah tersebut adalah pelaku UMKM, yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Sementara itu, jumlah pengguna QRIS secara nasional mencapai 61,7 juta orang. Angka ini mencerminkan tingkat adopsi dan kepercayaan masyarakat terhadap kemudahan bertransaksi digital melalui QRIS.

Potret Transaksi QRIS Domestik dan Internasional

Periode yang sama juga mencatat peningkatan signifikan pada transaksi QRIS yang melibatkan pihak asing di Indonesia. Transaksi inbound atau yang dilakukan oleh pengguna asing di Indonesia tercatat sebanyak 2,79 juta transaksi, dengan total nilai mencapai Rp713,59 miliar.

Di sisi lain, transaksi outbound atau yang dilakukan oleh pengguna Indonesia saat berada di luar negeri juga menunjukkan tren positif. Tercatat ada 737.647 transaksi dengan nilai Rp249,26 miliar, yang menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin aktif bertransaksi digital saat bepergian ke luar negeri.

Vicky G. Saputra menambahkan bahwa pertumbuhan luar biasa ini menegaskan posisi QRIS sebagai tulang punggung utama sistem pembayaran digital di Indonesia. “Pertumbuhan QRIS membuktikan bahwa pembayaran digital bukan lagi sekadar pilihan tambahan, melainkan telah menjadi infrastruktur vital bagi para pelaku usaha,” katanya.

Fokus Netzme kini adalah memastikan inovasi seperti QRIS Antarnegara benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal di lapangan oleh para merchant. “Kami ingin memastikan bahwa teknologi ini memberikan dampak nyata dan tidak hanya berhenti sebagai konsep,” tegas Vicky.

Ekspansi Global Menanti

Ke depan, implementasi QRIS Antarnegara antara Indonesia dan Tiongkok akan semakin diperkuat melalui agenda grand launching yang dijadwalkan berlangsung di Shanghai pada Juni 2026. Momen ini diharapkan semakin mendorong penggunaan dan pemanfaatan QRIS di pasar global.

Lebih dari sekadar memperluas ekosistem pembayaran digital, integrasi QRIS dengan Tiongkok membuka berbagai peluang baru. Sektor pariwisata dan UMKM Indonesia diprediksi akan mendapatkan dorongan signifikan. Kemampuan melayani wisatawan mancanegara dengan sistem pembayaran yang praktis dan terintegrasi akan meningkatkan daya saing destinasi dan produk Indonesia di mata dunia.

Tinggalkan komentar


Related Post