KOI Tegur Atlet Kickboxing Viral: Medali Hampir Melayang, Ini Penyebabnya!

Kilas Rakyat

26 Desember 2025

2
Min Read

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, akhirnya buka suara terkait isu dugaan intimidasi terhadap atlet kickboxing Indonesia di SEA Games 2025 Thailand. Isu ini mencuat setelah atlet kickboxing, Andi Mesyara Jerni Maswara, mengaku ditekan untuk menghapus unggahan media sosial yang mengkritik dugaan kecurangan wasit. Oktohari dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menjelaskan duduk perkara sebenarnya yang melibatkan aturan ketat dari Konfederasi Kickboxing Asia (AKC).

Kontroversi ini menjadi sorotan utama karena berpotensi merugikan atlet dan tim kickboxing Indonesia. Penjelasan dari Ketua KOI memberikan gambaran lebih jelas mengenai situasi yang sebenarnya terjadi. Upaya penyelamatan medali perunggu Jerni menjadi fokus utama, serta adanya pelanggaran etika yang melibatkan beberapa pihak.

Raja Sapta Oktohari Bantah Intimidasi, Sebut Upaya Diplomasi Selamatkan Medali

Raja Sapta Oktohari membantah adanya intimidasi terhadap atlet kickboxing Jerni. Ia menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh anggota Exco KOI, Krisna Bayu, justru merupakan upaya diplomasi untuk menyelamatkan medali perunggu Jerni.

Ancaman Pembatalan Medali Akibat Pelanggaran Etika

Menurut Oktohari, Jerni terancam kehilangan medali perunggu karena unggahan di media sosialnya dianggap melanggar etika dan aturan AKC. Pihak AKC berencana untuk tidak memberikan medali kepada Jerni.

Negosiasi KOI Berhasil Amankan Medali

Berkat negosiasi alot yang dilakukan oleh KOI, medali perunggu tersebut akhirnya berhasil dibawa pulang ke Tanah Air. Okto menekankan pentingnya bagi atlet untuk memahami aturan main, termasuk etika bermedia sosial yang telah ditetapkan.

Oktohari mengingatkan pentingnya mematuhi aturan yang berlaku.

“Aturan itu ada, jadi saya sekali lagi menghimbau kepada semua pihak, baca aturan. Dan aturan itu jangan dilanggar, karena setiap aturan pasti ada konsekuensinya,” ucap Okto.

PP KBI Tegaskan Tidak Ada Intimidasi, Unggahan Atlet Jadi Syarat Penyerahan Medali

Ketua Umum Pengurus Pusat Kick Boxing Indonesia (PP KBI), Ngatino, juga menegaskan bahwa isu intimidasi tidak benar. Ia membeberkan bahwa panitia pelaksana dan AKC memang meminta unggahan Jerni dihapus atau atlet meminta maaf sebagai syarat penyerahan medali.

Ngatino menjelaskan lebih lanjut terkait tuntutan AKC.

“AKC meminta kami agar tidak akan memberikan medali ke Indonesia, khusus nomor itu, sepanjang itu tidak dihapus masalah atau tidak meminta maaf,” jelas Ngatino melalui sambungan Zoom.

Sorotan Terhadap Kehadiran Rosi Nurasjati di SEA Games

Selain polemik medali Jerni, tim kickboxing Indonesia juga menghadapi masalah lain. Rosi Nurasjati, yang sedang menjalani sanksi dari WAKO (Asosiasi Kickboxing Dunia), hadir di Bangkok dan mengaku sebagai manajer tim, meskipun tidak memiliki surat penugasan resmi dari KOI maupun PP KBI.

Tinggalkan komentar


Related Post