Statistik Kunci Liverpool vs PSG: Sejarah Comeback dan Angka Penting Anfield

Kilas Rakyat

14 April 2026

4
Min Read

Jakarta – Duel akbar perempat final Liga Champions kembali tersaji saat Liverpool siap menjamu Paris Saint-Germain (PSG) di kandang keramat Anfield. Pertandingan yang dinanti pada Rabu (15/4/2026) dini hari WIB ini bukan sekadar adu gengsi dua raksasa Eropa, melainkan juga panggung pembuktian statistik bagi The Reds untuk membalikkan defisit dua gol dari leg pertama di Paris.

Kemenangan 2-0 atas Liverpool di Parc des Princes memberikan keuntungan bagi PSG. Namun, sejarah mencatat bahwa Anfield adalah tempat di mana keajaiban seringkali terjadi. Pertarungan ini akan menentukan siapa yang berhak melaju ke semifinal untuk menghadapi pemenang antara Bayern Munich dan Real Madrid.

Rekor Pertemuan: Duel Ketat Dua Tim Besar

Secara keseluruhan, Liverpool dan PSG telah bersua sebanyak tujuh kali di kancah Eropa. Dari jumlah tersebut, Liverpool unggul tipis dengan tiga kemenangan, sementara PSG berhasil meraih empat kemenangan. Namun, perlu dicatat bahwa dalam dua pertemuan sistem gugur sebelumnya di kompetisi ini, The Reds selalu tersingkir. Kekalahan terjadi di babak 16 besar Liga Champions musim lalu dan semifinal Winners Cup UEFA pada edisi 1996-1997.

Perjalanan Liverpool melawan klub-klub Prancis di Eropa juga menunjukkan catatan yang impresif. Dalam 37 pertandingan, mereka berhasil meraih 21 kemenangan, 13 kali kalah, dan tiga hasil imbang. Menariknya, semua pertandingan yang berakhir imbang melawan tim Prancis selalu berakhir tanpa gol.

Di kandang sendiri, Anfield, Liverpool memiliki catatan kandang yang lebih gemilang saat menghadapi tim asal Prancis. Dari 18 laga, The Reds sukses mengamankan 14 kemenangan, hanya sekali imbang, dan menelan tiga kekalahan. Tiga kekalahan tersebut terjadi saat menjamu Marseille (2008), Lyon (2009), dan tentu saja, PSG pada pertemuan sebelumnya (2025).

Anfield: Saksi Bisu Comeback Spektakuler

Sejarah Liverpool di Eropa penuh dengan kisah-kisah comeback yang mendebarkan. Ketika menghadapi defisit dua gol atau lebih dari leg pertama tandang, The Reds telah berhasil membalikkan keadaan sebanyak dua kali dari 13 kesempatan. Dua momen epik tersebut terjadi saat melawan Auxerre pada tahun 1991 dan yang paling ikonik, melawan Barcelona pada tahun 2019.

Anfield juga menjadi saksi bisu kehebatan Liverpool dalam pertandingan yang membutuhkan perpanjangan waktu. Dari 16 kesempatan berlaga di babak tambahan, The Reds berhasil memenangkan sepuluh di antaranya. Kemenangan ini bahkan termasuk melalui drama adu penalti dan sekali melalui lemparan koin.

Performa Liverpool di Liga Champions: Catatan yang Mengagumkan

Liverpool tengah berupaya mencatatkan penampilan semifinal mereka yang ke-21 di kompetisi Eropa. Pertandingan melawan PSG ini menjadi perempat final ke-29 bagi The Reds, di mana 18 di antaranya terjadi di Piala Eropa atau Liga Champions. Prestasi ini bahkan melampaui rekor yang dipegang oleh sesama klub Inggris, Manchester United.

Dalam 32 pertandingan terakhir mereka di Liga Champions, tidak ada satu pun yang berakhir imbang. Liverpool mencatatkan 22 kemenangan dan 10 kekalahan. Catatan ini setara dengan rekor yang pernah dibukukan oleh Marseille di ajang Benua Biru.

Secara keseluruhan, dalam 58 pertandingan terakhir di Eropa, Liverpool hanya sembilan kali gagal mencetak gol. Angka ini terbilang kecil, mengingat empat dari 12 pertandingan terakhir mereka berakhir tanpa gol.

Pertahanan Liverpool juga patut diacungi jempol. Mereka berhasil mencatat 12 clean sheet dalam 22 pertandingan terakhir di kompetisi Eropa, termasuk lima kali menjaga gawangnya tidak kebobolan sejauh musim ini.

Beberapa pemain kunci Liverpool menunjukkan konsistensi luar biasa di Liga Champions musim ini. Virgil van Dijk menjadi satu-satunya pemain yang tampil di setiap pertandingan Liga Champions yang dilakoni The Reds. Selain itu, trio Hugo Ekitike, Alexis Mac Allister, dan Dominik Szoboszlai juga telah menjadi tulang punggung tim dengan penampilan di 11 pertandingan terakhir.

Liverpool memiliki rekor impresif ketika mereka mampu mencetak gol pertama dalam pertandingan. Dari 29 pertandingan di mana mereka membuka keunggulan, The Reds hanya kalah dua kali.

Ambisi PSG: Mempertahankan Gelar Juara

Di sisi lain, PSG memiliki ambisi besar untuk menjadi klub kesembilan yang berhasil mempertahankan gelar Liga Champions. Jika mereka mampu meraihnya, PSG akan bergabung dengan daftar klub elite seperti Real Madrid, Benfica, Internazionale, Ajax, Bayern Munich, Liverpool, Nottingham Forest, dan AC Milan yang pernah meraih prestasi serupa.

Pertarungan di Anfield diprediksi akan berlangsung sengit. Liverpool akan berjuang keras di hadapan pendukungnya untuk membalikkan keadaan, sementara PSG akan berusaha keras mempertahankan keunggulan mereka. Statistik menunjukkan bahwa Anfield adalah panggung yang tepat untuk sebuah comeback legendaris.

Tinggalkan komentar


Related Post