Kamboja Mundur dari SEA Games 2025: Thailand Hadapi Badai Jadwal Mendadak

Kilas Rakyat

6 Februari 2026

3
Min Read

Kamboja membuat kejutan besar di SEA Games 2025. Hanya beberapa jam setelah mengikuti upacara pembukaan, seluruh kontingen atlet mereka ditarik dari ajang olahraga bergengsi di Asia Tenggara yang berlangsung di Thailand. Keputusan mendadak ini tentu saja menggemparkan, mengingat persiapan dan partisipasi yang telah dilakukan sebelumnya.

Penarikan diri ini bukan hanya sekadar urusan olahraga, tetapi juga mencerminkan hubungan yang memanas antara Kamboja dan Thailand. Insiden baku tembak di perbatasan pada 7 Desember lalu menjadi pemicu utama di balik keputusan dramatis ini. Keputusan ini diambil berdasarkan beberapa pertimbangan yang sangat krusial.

Alasan Penarikan Diri Kamboja

Situasi Politik dan Kekhawatiran Atlet

Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Kamboja (NOCC), Vath Chamroeun, mengumumkan keputusan penarikan diri ini. Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan situasi politik yang sedang berlangsung antara Kamboja dan Thailand.

Selain itu, kekhawatiran akan keselamatan para atlet juga menjadi faktor utama. Keluarga atlet menyampaikan permintaan agar mereka ditarik dari SEA Games 2025. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya situasi yang dirasakan oleh masyarakat Kamboja.

Respons dari Panitia dan Ungkapan Penyesalan

Chamroeun menyampaikan rasa penyesalan mendalam atas keputusan ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Komite Olimpiade Thailand (NOCT) dan panitia penyelenggara atas sambutan hangat yang telah diberikan selama kontingen Kamboja berada di Bangkok.

“Kami sangat menghargai keramahan dan dukungan yang diberikan kepada atlet-atlet kami. Namun kondisi saat ini memaksa kami harus mengambil langkah ini,” tulis Chamroeun.

Kronologi Penarikan Diri

Mundurnya Cabang Olahraga Sebelum Upacara Pembukaan

Sebelum keputusan penarikan total diumumkan, Kamboja sebenarnya telah menunjukkan tanda-tanda pengunduran diri bertahap.

  • Pada 26 November, NOCC mengabarkan kepada Federasi Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) bahwa mereka mundur dari delapan cabang olahraga, termasuk sepak bola, sepaktakraw, judo, karate, pencak silat, wushu, bi sath, dan gulat.
  • Sehari kemudian, mereka menarik diri dari cabang bola voli, memaksa panitia melakukan penyesuaian ulang pada jadwal dan komposisi grup sepak bola.

Dampak Penarikan Diri Terhadap Jadwal Pertandingan

Singapura bahkan harus dipindah dari Grup C ke Grup A untuk mengisi kekosongan akibat mundurnya Kamboja.

Meskipun demikian, Kamboja sempat memastikan bahwa mereka tetap akan bertanding di beberapa cabang seperti renang, atletik, esports, anggar, senam, ju-jitsu, kick boxing, taekwondo, equestrian, jetski, triathlon, dan teqball, dengan total 110 atlet.

Beberapa tim, termasuk renang, taekwondo, dan ju-jitsu, bahkan telah tiba di Thailand pada 8 Desember serta mengikuti upacara pengibaran bendera. Mereka juga turut meramaikan upacara pembukaan pada 9 Desember.

Perubahan Rencana Akibat Ketegangan Politik

Namun, ketegangan politik yang meningkat ternyata membuat rencana tersebut berubah drastis.

THASOC mengaku telah mempersiapkan dua skenario sejak awal antisipasi kemungkinan Kamboja mundur.

Sebelumnya, Kepala Departemen Olahraga Thailand, Gongsak Yodmani, memaparkan bahwa pihaknya siap meningkatkan pengamanan secara signifikan jika kontingen Kamboja bertanding.

SEA Games 2025: Ajang Olahraga dengan Latar Belakang Kompleks

Tahun ini, SEA Games ke-33 berlangsung pada 9–20 Desember dengan mempertandingkan 50 cabang olahraga dan 574 nomor. Kontingen Indonesia mengirimkan 1.165 anggota, termasuk 842 atlet.

Keputusan Kamboja untuk menarik diri dari SEA Games 2025 menunjukkan bahwa olahraga tidak selalu bisa dipisahkan dari isu-isu politik dan keamanan. Situasi di perbatasan kedua negara telah memberikan dampak signifikan terhadap partisipasi Kamboja dalam ajang olahraga bergengsi ini.

Tinggalkan komentar


Related Post