Zohri Bangkit! Cedera ACL Taklukkan, Raih Perak Gemilang di SEA Games 2025

Kilas Rakyat

17 Januari 2026

2
Min Read

Jakarta – Lalu Muhammad Zohri, sprinter andalan Indonesia, berhasil meraih medali perak dalam final nomor 100 meter putra SEA Games 2025 yang berlangsung di Bangkok. Perjuangan Zohri diwarnai tantangan cedera yang membatasi performanya, namun ia tetap memberikan penampilan terbaiknya demi Merah Putih.

Zohri mencatatkan waktu 10,25 detik, berada di belakang pelari tuan rumah, Boonson Puripol, yang meraih emas dengan catatan waktu 10,00 detik. Capaian ini menjadi bukti semangat juang Zohri meski harus berjuang dengan kondisi cedera.

Kesimpulan Singkat

  • Lalu Muhammad Zohri meraih medali perak 100 meter putra SEA Games 2025 dengan catatan waktu 10,25 detik.
  • Cedera ACL lutut kiri membatasi durasi dan intensitas latihan Zohri.
  • Zohri absen di nomor 200 meter karena mempertimbangkan risiko cedera.

Perjuangan Zohri di Tengah Cedera

Zohri, yang sebelumnya menjadi pelari tercepat pada babak penyisihan, harus mengakui keunggulan Boonson Puripol. Namun, medali perak yang diraihnya adalah hasil dari perjuangan yang tak kenal menyerah. Kondisi cedera lutut yang dialaminya menjadi tantangan tersendiri.

Kondisi Fisik dan Persiapan

Zohri mengungkapkan bahwa cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament) pada lutut kirinya memengaruhi persiapan dan penampilannya. Cedera ini membatasi durasi dan intensitas latihan yang bisa ia lakukan.

Sebelumnya, Zohri juga sempat menjalani training camp di Jepang. Namun, ia mengakui adanya kendala pada lututnya yang membuatnya tidak bisa berlatih secara maksimal.

Zohri menjelaskan alasannya tidak turun di nomor 200 meter, yang selama ini menjadi salah satu andalannya.

“Kenapa saya nggak turun di nomor 200 meter, karena dilarang, karena ada tikungan, jadi saya fokus 100m saja,”

Perasaan dan Harapan Zohri

Meski menghadapi keterbatasan fisik, Zohri tetap memberikan yang terbaik. Ia merasa bersyukur atas dukungan yang diberikan oleh masyarakat Indonesia.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua masyarakat Indonesia yang telah mendukung saya. Beberapa bulan ini memang saya jarang kelihatan karena training camp di Jepang,”

Zohri mengakui bahwa ia sudah berusaha semaksimal mungkin.

“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Sekali lagi terima kasih buat masyarakat Indonesia yang telah mendukung dan mensupport saya,”

Zohri juga menceritakan jalannya perlombaan.

“Sebenarnya saya sudah memimpin dari awal sampai 30-20 meter terakhir, tapi di akhir saya habis. Itu yang jadi kendala. Nggak berasa sebenarnya, cuma kurang latihan aja karena memang saya nggak bisa latihan lebih dari 100 meter.”

Peluang di Nomor Estafet

Zohri masih memiliki satu kesempatan lagi untuk menyumbangkan medali bagi Indonesia melalui nomor estafet. Namun, tim pelatih akan lebih dulu memastikan kondisi fisiknya, terutama terkait dengan cedera ACL yang masih menjadi perhatian utama.

(Sumber: Antara)

Tinggalkan komentar


Related Post