Liputan6.com, Jakarta – Peringatan Hari Bakti Transmigrasi ke-75 di Yogyakarta tidak hanya menjadi ajang refleksi sejarah, tetapi juga momentum penting bagi Kementerian Transmigrasi untuk menegaskan komitmennya terhadap penanganan bencana. Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menyampaikan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh dalam membantu kawasan transmigrasi yang terdampak musibah di berbagai wilayah.
Fokus utama perhatian pemerintah saat ini tertuju pada Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang baru-baru ini dilanda bencana alam. Upaya penanganan tersebut diwujudkan dalam beragam bentuk, mulai dari penyaluran bantuan langsung, koordinasi lintas kementerian, hingga sinergi dengan berbagai lembaga terkait. Langkah-langkah ini diambil guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal, termasuk keberlanjutan layanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi juga mengajak seluruh masyarakat untuk memanjatkan doa bagi para korban bencana. Ia menekankan pentingnya solidaritas dan dukungan moral bagi mereka yang sedang menghadapi cobaan berat.
“Di hari Bakti Transmigrasi yang ke-75 ini, kita berada di Jogja, acara dari Dinas Nakertran (Tenaga Kerja dan Transmigrasi) untuk doa bersama saudara kita yang sedang mengalami musibah di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Kita berdoa agar saudara kita semuanya yang terkena musibah, dikuatkan imannya, diberikan kesabaran, diberikan kesehatan,” ujar Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (20/12/2025).
Pernyataan ini disampaikan di tengah rangkaian peringatan Hari Bakti Transmigrasi ke-75, sekaligus mengukuhkan peran negara dalam menanggulangi dampak bencana di kawasan transmigrasi. Viva Yoga menegaskan bahwa Kementerian Transmigrasi telah mengambil serangkaian langkah konkret guna mendukung penanganan situasi darurat ini.
Bantuan disalurkan melalui koordinasi yang erat dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta kementerian-kementerian terkait seperti Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Tindakan cepat dan terkoordinasi tersebut menjadi krusial agar layanan pendidikan dan kesehatan di wilayah yang terkena bencana tidak terhenti. Lebih dari itu, langkah-langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, memungkinkan mereka kembali beraktivitas normal secepat mungkin.
Kawasan Transmigrasi Juga Menghadapi Dampak Bencana
Wakil Menteri Viva Yoga Mauladi memaparkan bahwa sejumlah kawasan transmigrasi di Sumatera turut menjadi korban langsung bencana alam. Beberapa wilayah yang disebutkan antara lain Kabupaten Subulussalam dan Kabupaten Bener Meriah.
Ia menyoroti bahwa dampak bencana ini tidak hanya terbatas pada permukiman umum, tetapi juga melanda area-area yang dihuni oleh para transmigran.
“Di kawasan transmigrasi itu juga ada Kabupaten yang terkena bencana, seperti di Kabupaten Subulussalam, Kabupaten Bener Meriah dan beberapa Kabupaten yang lainnya,” katanya.
Dengan adanya situasi ini, Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam penanganan bencana di wilayah-wilayah tersebut. Viva Yoga memastikan bahwa upaya penyelamatan dan penanggulangan bencana di berbagai daerah masih terus dilakukan oleh pemerintah.
Ia menekankan bahwa proses penanganan bencana adalah prioritas utama. Seluruh sumber daya dikerahkan demi keselamatan dan pemulihan masyarakat yang terdampak.
“Sampai saat ini Pemerintah masih terus untuk melakukan upaya penyelamatan, penanggulangan, keselamatan dan seluruh Masyarakat yang terkena bencana,” ujarnya.
Menurutnya, kecepatan dan koordinasi yang solid merupakan kunci untuk meminimalkan dampak negatif bencana terhadap kehidupan masyarakat. Respons yang tanggap dan terencana sangat penting untuk melindungi nyawa dan aset penduduk.
Kehadiran Negara dalam Penanganan Bencana
Viva Yoga juga menyoroti keterlibatan langsung pucuk pimpinan negara dalam penanganan bencana. Presiden Prabowo Subianto, beserta jajaran menteri kabinet, secara rutin terjun langsung ke lapangan untuk meninjau dan mengawal proses pemulihan.
Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merespons setiap musibah yang menimpa rakyatnya.
“Kita mengetahui bahwa Presiden Prabowo dan beberapa Menteri setiap Minggu nya selalu hadir di wilayah bencana. Ini menunjukkan bahwa kita harus cepat tanggap reaktif untuk menyelesaikan bencana ini karena kita semuanya adalah saudara dan kita Insya Allah akan mampu untuk menyelesaikan nya,” katanya.
Menurut Viva Yoga, kehadiran pemerintah di wilayah bencana memiliki tujuan ganda. Selain memastikan penanganan berjalan efektif, kunjungan tersebut juga dimaksudkan untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat bahwa proses pemulihan akan terus dikawal secara serius dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa setiap langkah diambil demi memberikan keyakinan kepada masyarakat. Pemerintah berupaya keras menemukan solusi terbaik agar kehidupan mereka dapat kembali normal.
“Ini adalah dalam rangka untuk memberikan keyakinan, kepercayaan kepada masyarakat bahwa Negara hadir dan terus untuk serius menanggulangi bencana ini, mencari solusi-solusi terbaik agar masyarakat yang terkena dampak bencana itu bisa pulih kembali dan bisa menjalankan kehidupan secara rutin sehari-hari, secara normal,” ujarnya.
Sinergi Lintas Kementerian sebagai Kunci Utama
Wakil Menteri Transmigrasi menegaskan betapa krusialnya koordinasi lintas kementerian dalam menghadapi bencana berskala luas. Penanganan yang efektif memerlukan keterlibatan dan kolaborasi dari berbagai pihak.
Ia mengungkapkan bahwa Menteri Transmigrasi dan stafnya telah mendatangi lokasi bencana, memberikan bantuan, serta menawarkan solusi yang terintegrasi. Solusi-solusi ini dirancang untuk bersinergi dengan program dari kementerian lain.
“Pak Menteri dan Staf Kementerian Transmigrasi telah datang, telah hadir di sana untuk memberikan bantuan dan memberikan solusi-solusi yang tentunya itu berintegrasi dan bersinergi dengan Kementerian yang lainnya,” ujarnya.
Viva Yoga melanjutkan, bahwa kerja sama, integrasi, dan sinergi antar seluruh kementerian adalah elemen vital dalam menemukan solusi dan menanggulangi bencana. Pendekatan komprehensif diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal.
“Ini menunjukkan bahwa koordinasi, integrasi, sinergi dari suruh Kementerian adalah menjadi bagian penting dalam proses untuk solusi dan penanggulangan bencana,” sambungnya.
Kementerian Transmigrasi berkomitmen untuk terus mengawal proses penanganan bencana, terutama di kawasan transmigrasi yang menjadi fokus utamanya. Viva Yoga memastikan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab penuh dalam memberikan bantuan maksimal demi pemulihan wilayah terdampak.
Dalam waktu dekat, kementerian juga akan melakukan koordinasi intensif di Aceh. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas dan merencanakan langkah-langkah lebih lanjut dalam penanggulangan bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.









Tinggalkan komentar