Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Aceh Tamiang. Bersama Tim Matahari Pagi Indonesia, ia hadir untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga yang terdampak bencana banjir dan longsor pada November 2025 lalu. Fokus utama kali ini adalah pemulihan sektor pendidikan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan vital, mulai dari perlengkapan sekolah, pakaian layak pakai, sembako, hingga alat-alat bangunan. Bantuan ini sangat penting untuk mendukung proses pemulihan pascabencana, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau oleh alat berat.
Ribuan paket sembako dan ribuan paket alat sekolah, yang meliputi tas, alat tulis, dan sepatu, telah didistribusikan. Selain itu, bantuan juga mencakup matras, ratusan dus makanan siap saji, pakaian layak pakai, serta berbagai jenis alat bangunan yang krusial untuk perbaikan infrastruktur pasca-bencana.
Wamenhaj menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna personal sekaligus kemanusiaan yang mendalam baginya.
“Hari ini saya berada di SDN 1 Kuala Simpang. Kebetulan saya pernah bersekolah di sini saat SD.”
Ia melanjutkan, “Tadi kita membagikan bantuan alat-alat sekolah untuk murid-murid yang terdampak. Di lokasi ini juga banyak bapak-bapak TNI yang bertugas membenahi sekolah pascabencana. Karena alat berat tidak bisa masuk, mereka bekerja menggunakan alat sederhana seperti cangkul dan sekop. Alhamdulillah kondisinya sekarang jauh lebih baik.”
Matahari Pagi Indonesia turut berkontribusi dengan membawa alat-alat bangunan untuk membantu upaya perbaikan fasilitas pendidikan yang sedang dilakukan oleh personel TNI di Kuala Simpang dan wilayah sekitarnya.
“Insya Allah semua unsur bekerja bersama TNI, masyarakat, dan relawan agar sarana pendidikan bisa segera pulih dan anak-anak dapat kembali belajar. Kami juga membawa tas, buku, seragam, sepatu, serta sembako yang kami salurkan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga bantuan ini bermanfaat,” tambah Wamenhaj.
Penyaluran bantuan ini direncanakan akan menjangkau beberapa sekolah lain. Koordinasi dengan aparat TNI yang bertugas langsung di lokasi bencana akan dilakukan, terutama untuk daerah-daerah yang sulit diakses oleh alat berat.
Wamenhaj menekankan komitmen pemerintah dalam upaya percepatan pemulihan wilayah yang terdampak bencana di Aceh dan sekitarnya.
“Kami berharap masyarakat Aceh Tamiang percaya bahwa pemerintah terus bekerja maksimal melalui bapak-bapak TNI-Polri dan seluruh unsur terkait. Presiden ingin memastikan proses recovery dapat segera pulih, dengan fokus pembenahan saat ini di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.”
Dalam kunjungannya, Wamenhaj bersama Tim Matahari Pagi Indonesia menyempatkan diri untuk berkeliling ke sejumlah SD dan SMP di Aceh Tamiang. Mereka berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yang menjadi korban banjir bandang.
Kunjungan ini merupakan yang kelima kalinya bagi Wamenhaj untuk memantau langsung dan bergotong royong dalam pemulihan Aceh Tamiang. Daerah ini memiliki ikatan emosional baginya karena pernah menjadi tempat ia menempuh pendidikan sekolah dasar.
Sebelum bertolak ke Aceh Tamiang, Wamenhaj juga mengunjungi Desa Salahaji, Pematang Jaya, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Desa ini merupakan kampung halamannya.
Di sana, ia bertemu dan berinteraksi dengan warga, serta bernostalgia bersama masyarakat yang mengenalnya dengan baik, termasuk keluarganya.
Menutup rangkaian kegiatannya, Wamenhaj menyampaikan harapan agar Aceh Tamiang dan wilayah lain yang terdampak bencana dapat segera pulih sepenuhnya.









Tinggalkan komentar