Tragedi Cilacap: Operasi SAR Hari Ketiga Temukan 3 Jenazah, 17 Hilang

Kilas Rakyat

16 November 2025

3
Min Read

Operasi pencarian dan penyelamatan korban tanah longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memasuki hari ketiga dengan intensitas yang terus ditingkatkan. Tim SAR gabungan bekerja keras dalam upaya menemukan korban, membagi sektor pencarian, menggunakan peralatan berat, serta mengantisipasi kendala cuaca yang menghambat proses evakuasi.

Musibah tanah longsor di Cilacap menyisakan duka mendalam. Upaya pencarian dan penyelamatan dilakukan tanpa henti, melibatkan berbagai unsur terkait. Berbagai kendala dihadapi, namun semangat untuk menemukan para korban tetap membara.

Perkembangan Terkini: Penemuan Korban dan Pembagian Sektor

Pada Sabtu, 15 November 2025, Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhamad Abdullah, mengumumkan penemuan dua korban jiwa oleh tim SAR gabungan. Kedua korban, Muhammad Hafiz (6) dan Nur Isnaini (30), ditemukan di area worksite A2 yang menjadi fokus utama pencarian.

Penemuan tersebut menambah daftar korban yang teridentifikasi pada hari ketiga operasi. Tim SAR gabungan terus berupaya mencari 20 korban yang masih dilaporkan hilang. Hingga berita ini diturunkan, tiga korban telah ditemukan, sementara pencarian terhadap 17 korban lainnya masih berlangsung.

Pernyataan Kepala Kantor SAR Cilacap

Muhamad Abdullah menyampaikan informasi terkini terkait operasi SAR. Ia menjelaskan tentang penemuan korban dan upaya pencarian yang terus dilakukan.

“Terupdate barusan kami mendapat informasi di lapangan pukul 11:37 menit di posisi A2 terevakuasi satu body part,” ujar Abdullah.

Abdullah juga menjelaskan pembagian sektor pencarian dan penggunaan alat berat.

“Di pagi hari kita melakukan proses pencarian 20, sudah ketemu 3, dan kami masih melanjutkan proses pencarian masih 17 (korban),” katanya.

Pembagian Sektor dan Penggunaan Alat Berat

Operasi SAR di Cilacap dibagi menjadi beberapa sektor untuk mempercepat identifikasi lokasi korban. Alat berat dikerahkan untuk memindahkan material longsor yang menimbun permukiman warga, terutama di area dengan timbunan paling dalam.

Selain alat berat, tim gabungan juga menggunakan peralatan manual seperti cangkul dan sekop untuk menjangkau area yang sulit diakses oleh mesin. Koordinasi intensif dilakukan antara Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan pemerintah daerah untuk memastikan setiap sektor terpantau dan dibersihkan secara bertahap.

Kendala Cuaca dan Upaya Modifikasi Awan

Cuaca menjadi tantangan utama dalam proses pencarian. Hujan deras berpotensi memicu longsor susulan dan menghambat pergerakan alat berat.

Untuk mengatasi kendala cuaca, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah mitigasi tambahan melalui modifikasi cuaca.

Mayjen TNI Budi Irawan, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala BNPB untuk segera melakukan rekayasa cuaca di wilayah Cilacap.

Pernyataan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB

Budi Irawan menjelaskan upaya modifikasi cuaca yang akan dilakukan untuk membantu operasi SAR.

“Tadi saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BNPB, kami minta agar untuk di wilayah sini di Kabupaten Cilacap diadakan modifikasi (cuaca),” kata Budi.

Modifikasi cuaca akan melibatkan bantuan dari BMKG yang akan memberikan supervisi dan ikut serta dalam operasi penebaran garam dari udara.

“BMKG akan membantu ikut ke dalam pesawat untuk menebar garam pada awan yang mengandung bibit air,” jelas Budi Irawan.

Hingga saat ini, tim SAR terus berupaya maksimal untuk menemukan korban yang masih hilang. Melalui dukungan modifikasi cuaca, pembagian sektor yang lebih detail, dan tambahan bantuan alat berat, diharapkan operasi evakuasi dapat dipercepat.

Tinggalkan komentar


Related Post