Tottenham Tergelincir Lagi di Kandang Sendiri

Kilas Rakyat

19 April 2026

4
Min Read

London – Harapan Tottenham Hotspur untuk mengakhiri tren negatif di tahun 2026 kembali pupus. Gol telat di masa injury time pertandingan kandang melawan Brighton & Hove Albion pada Sabtu (18/4/2026) malam WIB, kembali memperpanjang derita The Lilywhites.

Pertandingan yang digelar di Tottenham Hotspur Stadium ini sejatinya berjalan menjanjikan bagi tim tuan rumah. Tottenham sempat dua kali unggul berkat gol-gol dari Pedro Porro dan Xavi Simons. Namun, keunggulan tersebut tak mampu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Brighton & Hove Albion, yang tampil gigih, berhasil menyamakan kedudukan di akhir babak pertama melalui gol Kaoru Mitoma. Pukulan telak justru datang di menit ke-92, ketika Georginio Rutter berhasil membobol gawang Antonin Kinsky, memupuskan kemenangan yang sudah hampir di genggaman Tottenham.

Imbang Dramatis, Posisi Klasemen Terancam

Hasil imbang 2-2 ini membuat Tottenham Hotspur harus puas berbagi angka dengan tamunya. Situasi ini tentu saja tidak menguntungkan bagi skuad asuhan Roberto De Zerbi. Mereka gagal memanfaatkan momentum untuk keluar dari zona merah.

Saat ini, Tottenham masih tertahan di peringkat ke-18 klasemen Liga Inggris dengan total 31 poin. Mereka hanya terpaut satu angka dari West Ham United yang berada di posisi ke-17, zona aman pertama dari degradasi.

Kekecewaan semakin terasa mengingat hasil imbang ini memperpanjang catatan puasa kemenangan Tottenham sepanjang tahun 2026. Ironisnya, pertandingan ini menjadi momen di mana mereka berhasil mencetak lebih dari satu gol dalam satu laga untuk pertama kalinya sejak Februari 2026.

Debut De Zerbi Belum Mulus

Roberto De Zerbi, yang baru saja mengambil alih kursi kepelatihan, masih kesulitan untuk membawa tim meraih kemenangan. Dua pertandingan pertamanya sebagai pelatih Tottenham berakhir tanpa kemenangan. Pekan lalu, mereka harus mengakui keunggulan Sunderland dengan skor 0-1.

Dengan sisa lima pertandingan di musim ini, pertanyaan besar muncul: mampukah Roberto De Zerbi menyelamatkan Tottenham dari jurang degradasi? Perjuangan masih sangat berat bagi pelatih asal Italia tersebut.

Evaluasi Pelatih dan Semangat Juang Tim

Meskipun hasil pertandingan tidak sesuai harapan, Roberto De Zerbi mencoba melihat sisi positif dari penampilan anak asuhnya. Ia menyampaikan permohonan maaf atas hasil imbang yang mengecewakan para pemain dan penggemar.

“Saya minta maaf karena hanya bisa meraih hasil imbang, terutama untuk para pemain yang telah berjuang keras. Hari ini, kami merasa pantas untuk meraih kemenangan atas Brighton,” ujar De Zerbi seperti dikutip dari BBC Sport.

Ia menambahkan, “Saya harus memberikan selamat kepada Brighton atas gaya bermain mereka, kualitas pemain mereka, dan segalanya. Seharusnya kami tidak kebobolan gol dari Rutter.”

Meskipun demikian, De Zerbi menegaskan rasa bangganya terhadap para pemainnya. Ia menilai tim bermain dengan karakter dan semangat yang luar biasa.

“Saya tetap positif dan bangga dengan para pemain saya. Mereka bermain fantastis dengan karakter dan semangat juang yang tinggi. Kami harus lebih kuat dari hasil ini, kami harus segera bangkit dan bersiap untuk pertandingan berikutnya,” tegas De Zerbi.

Pelatih berusia 45 tahun itu optimis bahwa timnya masih memiliki peluang untuk bersaing jika mampu mempertahankan performa seperti yang ditunjukkan saat melawan Brighton. “Kami akan mencoba meraih kemenangan di kandang Wolves. Saya yakin kami bisa bersaing lagi jika tampil konsisten seperti ini,” tutupnya.

Analisis Pertandingan: Peluang yang Terbuang

Pertandingan antara Tottenham Hotspur dan Brighton & Hove Albion ini menjadi cerminan dari musim yang penuh gejolak bagi The Lilywhites. Di atas kertas, Tottenham memiliki keunggulan kualitas pemain dan bermain di kandang sendiri. Namun, konsistensi menjadi masalah utama yang terus menghantui mereka.

Gol pembuka dari Pedro Porro memberikan kepercayaan diri bagi tuan rumah. Namun, respons cepat dari Kaoru Mitoma di akhir babak pertama menunjukkan bahwa Brighton bukanlah lawan yang mudah dikalahkan. Pertandingan ini menampilkan duel taktik yang menarik antara dua pelatih dengan filosofi berbeda.

Keunggulan kedua Tottenham melalui Xavi Simons sempat disambut sorak sorai penonton. Momen ini seharusnya menjadi titik balik bagi tim untuk mengamankan tiga poin krusial. Namun, pertahanan yang lengah di menit-menit akhir pertandingan harus dibayar mahal.

Gol penyama kedudukan dari Georginio Rutter di menit ke-92 menjadi pukulan telak bagi Tottenham. Gol tersebut tidak hanya menggagalkan kemenangan, tetapi juga mempertegas kerentanan tim dalam menjaga keunggulan di saat-saat genting.

Tantangan Berat di Laga Sisa

Dengan lima pertandingan tersisa di Liga Inggris musim 2025/2026, setiap poin menjadi sangat berharga bagi Tottenham Hotspur. Mereka harus segera menemukan solusi untuk masalah konsistensi dan mentalitas juara.

Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian berat bagi Roberto De Zerbi. Menjamu Wolverhampton Wanderers di kandang sendiri akan menjadi kesempatan emas untuk meraih kemenangan perdana dan mulai merangkak naik dari zona degradasi.

Analisis lebih mendalam menunjukkan bahwa Tottenham perlu memperbaiki lini pertahanan mereka, terutama dalam mengantisipasi serangan balik cepat dan gol-gol di menit akhir. Selain itu, kedalaman skuad dan manajemen kelelahan pemain juga akan menjadi faktor penentu.

Para penggemar Tottenham Hotspur tentu berharap agar tim kesayangan mereka dapat segera menemukan performa terbaiknya. Perjuangan untuk bertahan di Liga Primer Inggris masih panjang dan penuh drama.

Tinggalkan komentar


Related Post