Tiga Dokter RS Wahidin Tersesat, Google Maps Jadi Biang Keladi Banjir

Kilas Rakyat

10 April 2025

3
Min Read

Tim Basarnas Makassar berhasil mengevakuasi lima orang yang terjebak banjir di kawasan wisata alam Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kelima korban terdiri dari tiga dokter Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo (RSWS) dan dua warga Desa Belapungranga. Kejadian ini terjadi karena mereka mengikuti petunjuk arah Google Maps yang ternyata membawa mereka ke jalan yang terendam banjir.

Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa tim penyelamat diberangkatkan setelah menerima laporan kejadian tersebut. Perjalanan menuju lokasi evakuasi memakan waktu karena jarak yang cukup jauh, sekitar 30,7 kilometer dari Makassar. Lima personel Basarnas dikerahkan untuk melakukan operasi penyelamatan.

“Kami memberangkatkan lima orang personil untuk membantu mengevakuasi kelima korban tersebut,” ujar Arif saat dikonfirmasi pada Rabu (9/4).

Ketiga dokter RSWS, yang bertugas di pusat jantung terpadu, sedang dalam perjalanan menuju Malino. Mereka menggunakan Google Maps untuk mencari rute tercepat, namun malah tersesat dan terjebak banjir. Kondisi ini diperparah karena mereka berupaya memutar balik kendaraan setelah menyadari kesalahan arah.

“Ketiga dokter ini hendak berangkat ke Malino dengan panduan Google Maps untuk mencari rute tercepat,” ungkap Arif. “Namun, karena merasa salah jalan, mereka memutuskan untuk memutar balik kendaraan roda empat yang digunakan.”

Saat berusaha memutar balik, air sungai meluap dan menggenangi jalan, sehingga mereka terjebak. Di tengah kesulitan tersebut, mereka bertemu dengan dua warga setempat yang hendak pulang dari kebun. Kedua warga ini pun ikut terjebak banjir.

“Saat itulah, air sungai dari jembatan meluap sehingga mereka tidak bisa melewati jalan yang akan dilalui,” jelas Arif. “Sehingga korban luapan banjir menjadi lima orang.”

Beruntung, tim penyelamat Basarnas tiba di lokasi dan berhasil mengevakuasi kelima korban dalam keadaan selamat dan sehat. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian saat menggunakan aplikasi navigasi, terutama di daerah yang rawan bencana alam seperti daerah pegunungan yang memiliki potensi banjir, terutama saat musim hujan.

Kejadian ini juga menyoroti pentingnya pengecekan kondisi cuaca dan jalur alternatif sebelum melakukan perjalanan, khususnya ke daerah yang belum terlalu familiar. Mengandalkan sepenuhnya pada aplikasi navigasi tanpa mempertimbangkan kondisi lapangan dapat berakibat fatal.

Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan pentingnya kesigapan dan profesionalisme Tim Basarnas Makassar dalam merespon situasi darurat dan melakukan evakuasi dengan cepat dan efektif. Kecepatan respon mereka menyelamatkan nyawa kelima korban.

Kelima korban, setelah dievakuasi, diberikan perawatan medis untuk memastikan kondisi kesehatan mereka benar-benar pulih. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk selalu waspada dan berhati-hati saat bepergian, terutama di daerah yang berpotensi bahaya.

(mir/gil)

Catatan tambahan: Artikel ini telah diperluas dengan informasi tambahan terkait pentingnya kewaspadaan saat menggunakan aplikasi navigasi, peran penting Basarnas, dan penekanan pada pembelajaran dari kejadian ini. Struktur paragraf juga telah disesuaikan dengan permintaan, setiap paragraf berisi 2-3 baris kalimat.

Tinggalkan komentar


Related Post