Solo Guncang Nusantara: 23 Inovasi Seni Memukau, Terbanyak di Indonesia 2025

Kilas Rakyat

11 Oktober 2025

3
Min Read

Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta berhasil mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Kampus seni tertua di Jawa Tengah ini meraih jumlah proposal terbanyak yang lolos pendanaan dalam Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025, sebuah pencapaian yang membanggakan. Sebanyak 23 judul proposal dari ISI Surakarta berhasil mendapatkan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kemendikristek, menandai komitmen kuat kampus dalam mendorong inovasi di bidang seni.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata peran penting ISI Surakarta dalam kancah seni dan budaya di Indonesia. Keberhasilan ini juga menunjukkan kemampuan ISI Surakarta dalam menghasilkan karya-karya inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Program Inovasi Seni Nusantara: Kolaborasi Lintas Sektor

PISN merupakan program kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk tim pelaksana, mitra sasaran, serta pemerintah desa. Tujuan utama dari program ini adalah mengembangkan inovasi seni yang mampu memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat. Pendekatan yang digunakan mencakup aspek sosial, budaya, dan ekonomi kreatif, sehingga menghasilkan karya seni yang tidak hanya indah tetapi juga bermanfaat.

Fokus pada Seni Berbasis Masyarakat

Program PISN 2025 hadir untuk memperkuat ekosistem seni budaya lokal dan mempertegas identitas bangsa. ISI Surakarta, melalui proyek-proyeknya, berupaya menggabungkan kreativitas, teknologi, dan kearifan lokal. Hal ini dilakukan untuk menjawab tantangan zaman dan menghasilkan karya seni yang relevan. Beberapa proyek bahkan berfokus pada digitalisasi, pelestarian seni tradisional, dan pemberdayaan ekonomi kreatif di desa wisata.

Proyek Unggulan ISI Surakarta

Dari 23 proyek yang lolos pendanaan, beberapa di antaranya menonjol karena keunikan dan potensi dampaknya:

* Digitalisasi Desain pada Sentra Kerajinan Batik Laweyan oleh Dr. Aan Sudarwanto.
* Wayang Goes To School karya Dr. Agung Purnomo.
* Foto Cerita Remaja: Kampanye Kesehatan Mental dan Anti Perundungan oleh Dr. Andry Prasetyo.
* Inovasi Tata Panggung Padepokan Seni Keramat Guna oleh Dr. Aries Budi Marwanto.
* Menggarap Cerita Lokal Melalui Pedalangan dan Karawitan oleh Dr. Bagong Pujiono.
* Optimalisasi Wayang Kulit Kolaboratif Berbasis Multimedia karya Basnendar Herry Prilosadoso.

Proyek-proyek ini mencerminkan keragaman bidang seni yang dikembangkan di ISI Surakarta.

Selain itu, beberapa proyek lain juga menunjukkan potensi besar:

* Sinergi Seni Rakyat dan Teknologi Digital di Wonogiri.
* Revitalisasi Batik Kekinian di Solo.
* Inovasi Pergelaran Wayang-Tari-Musik di Sangiran.

Proyek-proyek ini semakin mengukuhkan posisi ISI Surakarta sebagai penggerak utama inovasi seni di Nusantara.

Seni, Teknologi, dan Identitas Budaya

Rektorat ISI Surakarta memberikan penilaian terhadap pencapaian ini bukan hanya dari sisi kuantitas. Capaian ini juga membuktikan konsistensi kampus dalam mendorong pengabdian seni yang berbasis riset.

Dengan pendekatan lintas disiplin, PISN menjadi wadah bagi dosen dan mahasiswa untuk menciptakan seni yang berdampak sosial. Hal ini sesuai dengan visi ISI Surakarta untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada perkembangan seni dan budaya di Indonesia.

Program ini diharapkan akan semakin memperkuat posisi ISI Surakarta sebagai pusat inovasi seni dan budaya di Indonesia. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat memperluas jejaring kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah daerah.

Tinggalkan komentar


Related Post