Skandal SEA Games: Atlet Thailand Kena Sanksi Seumur Hidup, Jasa Joki Jadi Sorotan

Kilas Rakyat

5 Januari 2026

2
Min Read

Skandal besar mengguncang dunia esports, khususnya di ajang SEA Games 2025. Isu kecurangan melibatkan atlet tuan rumah Thailand, Naphat Warasin alias Tokyogurl, yang didiskualifikasi karena pelanggaran serius saat melawan Vietnam. Namun, kasus ini semakin memanas dengan dugaan adanya pemain pria profesional yang bermain menggantikannya.

Kabar ini tentu mengejutkan sekaligus menjadi pukulan telak bagi semangat sportivitas dalam esports. Jika terbukti benar, skandal ini akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah esports Asia Tenggara, merusak prinsip fair play dan regulasi turnamen.

Kronologi Kasus Kecurangan

Diskualifikasi Tokyogurl

Kasus ini bermula dari diskualifikasi Tokyogurl, atlet tim Arena of Valor putri Thailand. Ia terbukti melanggar aturan teknis dengan menggunakan perangkat lunak pihak ketiga atau melakukan manipulasi perangkat saat bertanding melawan Vietnam.

Sanksi dan Dampak

Akibat pelanggaran tersebut, Naphat Warasin langsung didiskualifikasi dari SEA Games, menerima larangan bertanding seumur hidup dari Garena, serta pemutusan kontrak oleh klubnya, Talon TH. Dampaknya meluas, Federasi Esports Thailand bahkan menarik seluruh tim Arena of Valor Mobile putri Thailand dari SEA Games 2025.

Dugaan Keterlibatan Cheerio

Muncul dugaan bahwa seorang pemain pria profesional bernama Cheerio bermain menggantikan Tokyogurl. Cheerio, atlet esports pria terkenal di Thailand, menjadi sorotan utama komunitas esports regional. Ia diduga terlibat langsung dalam pertandingan SEA Games 2025 dengan cara bermain atas nama Naphat Warasin.

Tanggapan Bangkok ESC Club

Terkait dugaan keterlibatan Cheerio, Bangkok ESC Club memberikan pernyataan resmi.

“Bangkok ESC tidak lagi memiliki keterkaitan dengan individu-individu dalam roster lama setelah kontrak berakhir. Kami tidak mendukung, membenarkan, maupun terlibat dalam tindakan yang saat ini menjadi pemberitaan media,” demikian pernyataan klub tersebut.

Penegasan Status Cheerio

Bangkok ESC menegaskan bahwa seluruh kontrak pemain, pelatih, dan staf manajemen dalam roster TEPL 2025 telah berakhir pada 15 September 2025. Dengan demikian, Cheerio dipastikan sudah tidak memiliki hubungan profesional apa pun dengan klub tersebut saat SEA Games 2025.

Langkah Hukum

Bangkok ESC juga menyatakan siap mengambil langkah hukum terhadap pihak yang menyebarkan informasi palsu atau narasi yang berpotensi mencemarkan nama baik klub.

Tinggalkan komentar


Related Post