Sirine peringatan banjir di Bekasi memicu perhatian publik setelah video warga berkerumun di Jembatan Kali Lengkak, Bekasi Timur, viral di media sosial. Bunyi sirine pada Rabu malam (28/1/2026) sekitar pukul 20.30 WIB menandakan peningkatan tinggi muka air yang telah melampaui batas aman.
Rekaman yang beredar menunjukkan sejumlah warga justru mendekat ke arah pintu air di bawah jembatan. Beberapa pengendara motor pun terlihat berhenti di tepi jalan untuk menyaksikan arus sungai yang deras. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran mengingat lokasi jembatan tersebut memiliki risiko tinggi saat banjir.
Kekhawatiran ini turut diungkapkan oleh warganet yang ramai mengingatkan bahaya banjir di Bekasi serta risiko berkumpul di titik-titik rawan.
“Jembatan tidak didesain untuk titik kumpul, hati-hati semuanya,” tulis salah seorang warganet dalam komentarnya.
Komentar lain menekankan bahwa banjir tidak selalu disebabkan oleh hujan lokal, melainkan juga bisa berasal dari aliran air di wilayah hulu.
“Banjir nggak mesti karena hujan, bisa juga disebabkan karena aliran air dari dataran tinggi kayak Bogor, Depok, Bandung. Jaga diri baik-baik,” ujar seorang warganet lainnya.
“Stay safe semua, tidak kurang satu apapun,” tambah warganet lain, mendoakan keselamatan bagi semua.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, membenarkan adanya kenaikan debit air meskipun saat itu cuaca di Bekasi tidak sedang hujan. Ia menjelaskan bahwa alarm peringatan di beberapa titik telah berbunyi sebagai sistem antisipasi dini.
“Alarm peringatan di beberapa titik sudah berbunyi sebagai sistem antisipasi dini. Di Bendungan Kali Bekasi kami memastikan pengendalian debit air terkontrol,” ujar Tri Adhianto.
Ia menegaskan bahwa tujuan sirine peringatan banjir adalah agar warga lebih siap menghadapi potensi bencana, bukan untuk menimbulkan kepanikan.
Tri Adhianto menyampaikan harapannya agar keberadaan sirine justru dapat memberikan ketenangan bagi warga.
“Mudah-mudahan dengan adanya sirine, itu justru membuat kita lebih tenang, karena kita sudah melakukan prepare sejak awal. Langkah-langkah apa yang perlu kita siapkan,” jelasnya.
Ia melanjutkan, “Agar, kalau toh terjadi sesuatu lonjakan terkait kenaikan air, kita semua sudah mempersiapkan diri.”
Sementara itu, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi menunjukkan kondisi mulai membaik.
Tinggi Muka Air di Pos Pantau P2C dilaporkan mengalami penurunan, dan arus sungai pun dilaporkan melemah.
Meskipun demikian, warga yang tinggal di sekitar bantaran Kali Bekasi tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.









Tinggalkan komentar