Sinergi dan Intermoda, Kunci Gaet Pengunjung Bandara Dhoho

Kilas Rakyat

17 Juni 2025

3
Min Read

Bandara Dhoho di Kediri, yang sempat sepi di akhir tahun 2024, kini berupaya meningkatkan jumlah penggunanya. Salah satu strategi yang diusulkan adalah menjadikan bandara tersebut sebagai titik keberangkatan umrah.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih mengecek usulan tersebut. Juru Bicara Kemenhub, Elba Damhuri, menyatakan perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut sebelum mengambil keputusan. Keberhasilan menghidupkan Bandara Dhoho tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai elemen.

Faktor Kunci Keberhasilan Bandara Dhoho

Kunci keberhasilan menghidupkan Bandara Dhoho terletak pada sinergi antara berbagai pihak. Pemerintah daerah (Pemda) Kediri memiliki peran krusial dalam pengembangan infrastruktur pendukung dan destinasi wisata.

Pentingnya Intermoda Transportasi

Pengamat transportasi, Djoko Setijawarno, menekankan pentingnya intermoda transportasi yang terintegrasi. Tidak cukup hanya mengandalkan bus, perlu juga diintegrasikan dengan moda transportasi lain seperti kereta api. Hal ini akan menekan biaya perjalanan menuju bandara dan membuatnya lebih terjangkau bagi masyarakat luas.

Saat ini, akses menuju Bandara Dhoho masih terbatas pada bus dari dua perusahaan otobus. Penambahan moda transportasi lain sangat diperlukan untuk meningkatkan jumlah penumpang. Penggunaan pesawat terbang kini tidak lagi terbatas pada kalangan atas, tetapi juga terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah.

Pengembangan Pariwisata Kediri

Selain intermoda, pengembangan sektor pariwisata di Kediri juga sangat penting. Destinasi wisata yang menarik akan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk menggunakan Bandara Dhoho. Pemda Kediri perlu mencontoh kesuksesan Banyuwangi yang berhasil menghidupkan bandara lokalnya dengan pengembangan destinasi wisata yang beragam.

Banyuwangi, sebagai contoh sukses, berhasil menarik wisatawan dengan destinasi seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, dan Pantai Pulau Merah. Kediri perlu mengembangkan potensi wisatanya secara serius untuk menarik minat wisatawan dan meningkatkan jumlah penerbangan.

Bandara Dhoho perlu strategi yang komprehensif. Pemda Kediri harus berkolaborasi dengan pihak terkait, termasuk Kemenhub, untuk memastikan keberhasilan upaya menghidupkan bandara ini. Suksesnya bandara ini bergantung pada sinergi pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

Peran Pemerintah Daerah (Pemda) Kediri

Pemda Kediri memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan infrastruktur pendukung bandara. Selain itu, Pemda juga harus berperan aktif dalam mempromosikan potensi wisata di wilayahnya.

Dengan adanya promosi wisata yang efektif, diharapkan jumlah wisatawan yang datang ke Kediri akan meningkat dan otomatis akan meningkatkan jumlah pengguna Bandara Dhoho. Pemda juga perlu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan kelancaran akses menuju bandara.

Kesimpulannya, keberhasilan Bandara Dhoho tidak hanya bergantung pada satu faktor saja, melainkan sinergi yang harmonis antara berbagai pihak yang terkait, termasuk Kemenhub, Pemda Kediri, sektor swasta, dan masyarakat. Dengan strategi yang terencana dan komprehensif, Bandara Dhoho berpotensi menjadi bandara yang ramai dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Kediri.

Tinggalkan komentar


Related Post