Semangat Nasionalisme Ketua Parpol Bantaeng di HUT RI ke-78

Kilas Rakyat

9 Agustus 2025

3
Min Read

Menjelang Hari Kemerdekaan RI, semangat nasionalisme kembali digemakan di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Dua tokoh politik setempat, Ketua DPC PKB Bantaeng Muhammad Asri Bakri dan Ketua DPC Partai Demokrat Bantaeng Herlina Aris (Cece), mengajak masyarakat untuk merenungkan makna kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan dengan tindakan nyata.

Asri Bakri menekankan pentingnya mengingat perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, kemerdekaan yang kita nikmati saat ini bukanlah hadiah, melainkan hasil kerja keras dan pengorbanan yang luar biasa. Ia mengajak masyarakat untuk menghormati jasa para pahlawan dengan cara menghargai nilai-nilai perjuangan mereka.

“Kita tidak boleh melupakan sejarah. Setiap tahun kita memperingati kemerdekaan sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berjuang,” ungkap Asri Bakri. Pernyataan ini menegaskan pentingnya mengingat sejarah perjuangan bangsa sebagai landasan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Lebih lanjut, Asri Bakri mengajak masyarakat untuk melawan “penjajahan baru” berupa kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan. Ia percaya bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya terbebas dari penjajahan fisik, tetapi juga terbebas dari berbagai bentuk penindasan yang menghambat kemajuan bangsa.

“Kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajah, tapi juga bebas dari segala belenggu yang menghambat kemajuan bangsa,” tegasnya. Hal ini menunjukkan bahwa perjuangan untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan sosial masih terus berlanjut hingga saat ini.

Sementara itu, Herlina Aris (Cece) menganggap nasionalisme sebagai nilai yang tak tergantikan. Baginya, bendera merah putih bukan sekadar kain berwarna merah dan putih, melainkan simbol pengorbanan dan keberanian para pejuang kemerdekaan. Cece mengajak masyarakat untuk selalu menghormati dan menghargai simbol negara tersebut.

Cece juga menekankan pentingnya menjaga nilai patriotisme dan persatuan di tengah masyarakat. Menurutnya, kekuatan bangsa Indonesia terletak pada kebersamaan dan solidaritas antar warga negara. Ia berharap agar semangat persatuan dan kesatuan tetap terjaga dan terus diperkuat.

“Di balik merah putih yang berkibar, ada tumpah darah dan perjuangan yang membuat kita bisa hidup di zaman ini,” ujarnya. Pernyataan ini menyiratkan betapa besar pengorbanan para pahlawan sehingga kita dapat menikmati kemerdekaan seperti sekarang.

Kedua tokoh politik ini sepakat bahwa peringatan Hari Kemerdekaan bukan hanya sekadar seremonial belaka, melainkan momentum untuk merefleksikan perjalanan bangsa dan berkomitmen untuk membangun Indonesia yang lebih baik di masa depan. Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa nasionalisme dan patriotisme di kalangan masyarakat Bantaeng.

Di luar pernyataan kedua tokoh tersebut, perayaan Hari Kemerdekaan di Bantaeng biasanya diwarnai dengan berbagai kegiatan, mulai dari upacara bendera, karnaval, hingga lomba-lomba tradisional. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat persatuan di kalangan masyarakat. Pemerintah daerah biasanya turut serta aktif dalam memfasilitasi dan mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut. Partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan ini diharapkan dapat mempererat rasa kebersamaan dan memperkuat tali silaturahmi antar warga.

Tinggalkan komentar


Related Post