Insiden yang melibatkan kontingen Indonesia di ajang SEA Games ke-33 di Thailand menjadi sorotan publik. Sorotan kali ini datang dari pengusiran manajer tim kickboxing Indonesia, Rosi Nurasjati, oleh otoritas setempat. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran dan memicu berbagai reaksi, terutama dari pihak kontingen Indonesia dan juga media asing.
Peristiwa ini menjadi catatan buruk bagi kontingen Indonesia. Rosi Nurasjati, yang seharusnya mendampingi atlet kickboxing, justru harus menghadapi situasi yang tidak mengenakkan. Ia diperintahkan untuk meninggalkan Bangkok setelah dituduh melanggar aturan yang ditetapkan oleh federasi internasional.
Kronologi Pengusiran Rosi Nurasjati
Penangkapan dan Tuduhan Pelanggaran
Pada tanggal 13 Desember 2025, Rosi Nurasjati tiba di Hotel Lasantel Suvarnabhumi, Bangkok, untuk mengantarkan makanan kepada atlet kickboxing Indonesia. Namun, kehadirannya dihentikan oleh perwakilan World Association of Kickboxing Organizations (WAKO) yang didampingi aparat kepolisian Thailand. Pihak WAKO menuduh Rosi melanggar aturan organisasi, meskipun detail spesifik dari pelanggaran tersebut tidak dijelaskan secara rinci.
Penolakan Penjelasan dan Pengusiran
Rosi menjelaskan bahwa tujuannya ke hotel hanya untuk mengantarkan makanan. Namun, penjelasan tersebut tidak diterima oleh pihak WAKO. Akhirnya, Rosi dipaksa menandatangani surat pernyataan dan diperintahkan untuk meninggalkan Bangkok paling lambat pada 14 Desember 2025.
Reaksi dan Dampak
Sorotan Media dan Keprihatinan
Insiden ini tidak hanya menjadi perhatian media Indonesia, tetapi juga media asing. Salah satu media Vietnam, 24h.com.vn, menyuarakan keprihatinan atas tindakan otoritas Thailand terhadap Rosi. Media tersebut menilai insiden ini sebagai masalah serius yang berpotensi merugikan atlet.
Kemungkinan Sanksi dan Konflik Sebelumnya
Rosi diduga sedang menghadapi sanksi disiplin dari federasi kickboxing Asia, terkait konflik lama antara dirinya dan WAKO. Akibatnya, ia disebut dilarang berada di area pemusatan latihan maupun arena pertandingan yang berada di bawah kewenangan federasi tersebut.
Permintaan Kartu Identitas dan Intervensi
Menurut laporan media Vietnam, pihak WAKO meminta aparat kepolisian Thailand untuk menyita kartu identitas Rosi. Wakil Wali Kota Bangkok juga sempat hadir di lokasi, namun otoritas Thailand bersama WAKO tetap bersikukuh pada keputusannya.
Kesimpulan Singkat
- Manajer tim kickboxing Indonesia, Rosi Nurasjati, diusir dari Bangkok pada 13 Desember 2025.
- Pengusiran disebabkan dugaan pelanggaran aturan WAKO saat mengantarkan makanan.
- Media Vietnam menyuarakan keprihatinan atas insiden tersebut.









Tinggalkan komentar