Said Aqil Siroj: Waspada Ancaman Penunggang Gelap di Balik Demo!
Situasi keamanan di Indonesia memanas. Gelombang demonstrasi yang terjadi sejak 25 Agustus lalu telah berubah menjadi aksi anarkis, bahkan hingga menyebabkan kerusakan fasilitas umum dan pembakaran gedung pemerintahan. Mantan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj, menilai situasi ini sangat serius dan mendesak kewaspadaan seluruh elemen bangsa.
Bahaya penunggang gelap mengancam. Said Aqil mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan demonstrasi untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Ia menekankan pentingnya menjaga diri agar tidak terprovokasi dan dimanfaatkan oleh mereka yang menginginkan Indonesia tidak damai. Pernyataan Said ini disampaikan sebagai respon atas berbagai aksi demonstrasi yang telah terjadi.
“Kepada seluruh warga bangsa Indonesia, mari bersama-sama mewaspadai penumpang gelap aksi demonstrasi yang berpotensi menimbulkan tindakan anarkhis dan mewaspadai para aktor-aktor asing,” tegas Said Aqil Siroj pada 1 September lalu. Ia menambahkan, potensi munculnya kelompok kepentingan dan sindikasi jahat yang mengancam keamanan dan kedaulatan Indonesia patut diwaspadai.
Seruan untuk menghentikan anarki dan kekerasan. Said Aqil menyerukan penghentian anarki dan kekerasan yang merugikan bangsa dan negara. Ia meminta seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan memperkuat solidaritas nasional demi menjaga ketertiban dan keamanan.
Desakan koreksi kebijakan dan tindakan tegas DPR. Said Aqil juga mendesak DPR, penyelenggara negara, dan partai politik untuk mencabut dan mengoreksi kebijakan yang menimbulkan ketimpangan sosial dan menciderai hati nurani rakyat. Partai politik juga harus menindak tegas anggotanya yang tidak pro-rakyat untuk mencegah menurunnya kepercayaan publik.
Pentingnya dialog publik dan pemberantasan korupsi. Ia juga mendorong DPR dan penyelenggara negara untuk membuka ruang dialog publik yang melibatkan berbagai pihak guna mencari solusi atas berbagai permasalahan. Selain itu, percepatan pemberantasan korupsi dan pemberantasan sindikasi jahat yang merugikan negara harus segera dilakukan. Pemerintahan yang profesional, bersih, terbuka, dan akuntabel juga menjadi tuntutannya.
Langkah populis dan konsolidasi kebangsaan. Partai politik diminta untuk mengambil langkah-langkah populis guna memulihkan kepercayaan rakyat dan melakukan konsolidasi kebangsaan untuk menjaga NKRI.
Situasi nasional dalam sorotan dunia. Said Aqil menekankan bahwa situasi kebangsaan dan kenegaraan Indonesia saat ini sangat serius dan menjadi perhatian dunia. Para ulama dan tokoh agama lainnya turut prihatin dan memantau perkembangan situasi nasional dengan seksama.








Tinggalkan komentar