Ribuan Pemudik Berangkat dari Kalideres, 85 Bus Tak Layak Ditertibkan

Kilas Rakyat

29 Maret 2025

3
Min Read

Sebanyak 14.710 penumpang telah diberangkatkan dari Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kalideres, Jakarta Barat, untuk mudik Lebaran 1446 H, periode H-10 hingga H-4 (21-27 Maret 2025). Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik menggunakan transportasi darat.

Kepala Terminal Kalideres, Revi Zulkarnaen, menjelaskan bahwa para pemudik tersebut menggunakan 990 bus AKAP menuju berbagai tujuan di Pulau Jawa dan Sumatera. Pihaknya memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-3, dengan estimasi sekitar 6.000 penumpang. Jumlah ini sedikit lebih rendah dibandingkan puncak arus mudik tahun 2024 yang mencapai 6.500 penumpang, namun tetap perlu dipantau hingga malam hari.

Lonjakan Penumpang dan Antisipasi Kemacetan

Meskipun jumlah penumpang sedikit menurun dibandingkan tahun lalu, potensi kemacetan tetap perlu diantisipasi. Pemerintah daerah dan pengelola terminal seharusnya telah mempersiapkan strategi untuk mengurai kemacetan, misalnya dengan menambah jalur alternatif atau meningkatkan koordinasi dengan pihak kepolisian.

Selain itu, perlu diteliti lebih lanjut apa penyebab penurunan jumlah penumpang mudik tahun ini. Apakah karena faktor ekonomi, perubahan tren perjalanan, atau faktor lainnya? Penelitian ini penting untuk perencanaan transportasi di masa mendatang.

Ramp Check dan Keselamatan Penumpang

Dari total 990 bus AKAP yang beroperasi, sebanyak 85 bus dinyatakan tidak laik jalan setelah menjalani pemeriksaan ramp check. Hal ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan berkala untuk memastikan keselamatan penumpang.

Kendaraan yang tidak laik jalan tersebut ditemukan memiliki berbagai kekurangan, seperti kekurangan perlengkapan keselamatan dasar. Beberapa bus tidak dilengkapi kotak P3K, alat pemadam api ringan (APAR), dan pemecah kaca darurat. Selain itu, ditemukan juga masalah teknis seperti rem, ban, dan lampu yang tidak berfungsi dengan baik.

Standar Keselamatan dan Pengawasan

Kejadian ini menyoroti pentingnya penegakan standar keselamatan transportasi. Pihak berwenang perlu meningkatkan pengawasan dan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan otobus yang mengabaikan keselamatan penumpang. Perbaikan dan peningkatan regulasi terkait standar kelaikan jalan juga perlu dilakukan.

Lebih lanjut, perlu dikaji efektivitas program ramp check. Apakah prosedur pemeriksaan sudah cukup efektif untuk mendeteksi seluruh potensi masalah pada kendaraan? Mungkin perlu ada inovasi dalam metode pemeriksaan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi.

Dampak Sosial Ekonomi Mudik

Mudik Lebaran memiliki dampak ekonomi yang signifikan, terutama bagi daerah-daerah tujuan. Aliran uang yang masuk ke daerah-daerah tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Namun, dampak positif ini perlu diimbangi dengan upaya untuk meminimalisir dampak negatif, seperti kemacetan dan potensi kecelakaan. Perencanaan yang matang dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak sangat penting untuk memastikan mudik Lebaran berjalan lancar dan aman.

Kesimpulannya, arus mudik Lebaran di Terminal Kalideres tahun ini menunjukkan angka yang masih signifikan, meskipun sedikit menurun dibandingkan tahun lalu. Kesiapan infrastruktur, pengawasan keselamatan, dan antisipasi potensi masalah menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan mudik yang aman dan nyaman bagi seluruh pemudik.

Tinggalkan komentar


Related Post