Rexy Mainaky Undur Diri Usai SEA Games 2025? Ksatria Badminton Siap Pamit

Kilas Rakyat

12 Januari 2026

3
Min Read

Malaysia: Rexy Mainaky Siap Bertanggung Jawab Atas Kegagalan di SEA Games 2025

Kegagalan tim bulu tangkis Malaysia di SEA Games 2025 menjadi sorotan utama. Harapan tinggi yang dicanangkan Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) untuk meraih empat medali emas harus kandas, dengan hanya satu emas yang berhasil diraih. Performa ini tentu menimbulkan kekecewaan, terutama bagi para penggemar bulu tangkis di negeri jiran tersebut.

Menyikapi hasil yang kurang memuaskan ini, Direktur kepelatihan ganda nasional Malaysia, Rexy Mainaky, menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab penuh. Ia bahkan membuka kemungkinan untuk mundur dari jabatannya jika memang diminta oleh pihak federasi. Keputusan ini menunjukkan komitmen dan tanggung jawab Rexy terhadap performa tim yang diasuhnya.

Target Emas Meleset, Tanggung Jawab Menanti

Target awal BAM untuk SEA Games 2025 adalah meraih empat medali emas. Namun, kenyataannya, tim bulu tangkis Malaysia hanya mampu membawa pulang satu medali emas, dua perak, dan enam perunggu. Perolehan ini jauh dari harapan dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai evaluasi terhadap tim.

Performa Ganda Putri Jadi Sorotan

Satu-satunya medali emas yang diraih Malaysia disumbangkan oleh pasangan ganda putri Pearly Tan/M. Thinaah. Mereka berhasil mengalahkan wakil Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, dalam pertarungan sengit tiga gim.

Ganda Putra dan Ganda Campuran Gagal Penuhi Harapan

Sementara itu, ganda putra andalan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, harus puas dengan medali perak setelah kalah dari pasangan Indonesia, Sabar Karyaman/Moh Reza Isfahani. Sektor ganda campuran juga tidak mampu memenuhi ekspektasi, dengan juara dunia Chen Tang Jie/Toh Ee Wei hanya meraih medali perunggu.

Rexy Mainaky Siap Mundur

Menanggapi hasil yang kurang memuaskan ini, Rexy Mainaky mengakui bahwa ia telah memperkirakan akan adanya kritik dari berbagai pihak. Ia pun menegaskan kesiapannya untuk bertanggung jawab penuh atas kegagalan tim.

“Jika memang ada permintaan agar saya mundur, saya siap,” ujar Rexy, seperti dilansir dari New Straits Times.

Ia menambahkan bahwa target empat emas memang menjadi beban tersendiri dan ia siap menerima konsekuensinya.

“Kami menargetkan empat medali emas dan tentu sekarang banyak pihak akan mempertanyakan hal itu. Soal tanggung jawab, bagi saya ini sesuatu yang harus diterima. Ini adalah tanggung jawab kami,” lanjutnya.

Penjelasan Rexy Mengenai Target dan Evaluasi

Rexy Mainaky menjelaskan bahwa target empat emas sebelumnya bukanlah tanpa dasar. Ia menilai bahwa performa dan kualitas pasangan ganda Malaysia sebenarnya cukup menjanjikan sebelum turnamen dimulai.

“Berdasarkan performa pasangan ganda kami, target empat emas memang terlihat realistis. Namun kenyataannya kami gagal mencapainya dan hanya meraih satu emas. Di situlah tanggung jawab itu harus kami hadapi,” jelas Rexy.

Rexy juga menyinggung kecenderungan publik yang kerap langsung menyalahkan pelatih ketika hasil tidak sesuai harapan.

“Tentu akan ada berbagai pendapat dan kritik dari luar. Bahkan setelah kami kalah di nomor beregu, ada yang sepenuhnya menyalahkan pelatih,” ucapnya.

Respons BAM dan Harapan ke Depan

Meskipun terjadi kegagalan, Presiden BAM, Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz, menegaskan bahwa kegagalan di SEA Games 2025 adalah tanggung jawab bersama. Ia juga memastikan bahwa Rexy Mainaky tidak akan didepak, karena memiliki peran penting dalam program jangka panjang bulu tangkis Malaysia.

Kegagalan di SEA Games 2025 menjadi pelajaran berharga bagi bulu tangkis Malaysia. Evaluasi menyeluruh perlu dilakukan untuk memperbaiki performa di masa mendatang. Diharapkan, dengan evaluasi yang tepat, tim bulu tangkis Malaysia dapat kembali meraih prestasi gemilang di kancah internasional.

Tinggalkan komentar


Related Post