Rexy Mainaky Aman! Presiden BAM Tegaskan Pertahankan Usai SEA Games 2025 yang Mengecewakan

Kilas Rakyat

12 Januari 2026

3
Min Read

Presiden Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM), Tengku Zafrul Abdul Aziz, memberikan pernyataan tegas terkait hasil kurang memuaskan yang diraih kontingen bulu tangkis Malaysia di SEA Games 2025. Ia menekankan bahwa kegagalan tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen, mulai dari pemain hingga manajemen. Di sisi lain, Zafrul juga menegaskan dukungan penuhnya kepada Rexy Mainaky, Direktur Kepelatihan BAM, yang tetap akan memegang peran penting dalam program jangka panjang.

SEA Games 2025 menjadi sorotan bagi bulu tangkis Malaysia, mengingat target awal yang ditetapkan. Meskipun berhasil mengumpulkan sembilan medali, termasuk satu emas, raihan tersebut belum memenuhi ekspektasi. Kegagalan ini memicu berbagai reaksi, namun Zafrul memilih pendekatan yang lebih konstruktif dengan menekankan pentingnya evaluasi bersama dan dukungan terhadap para pemain dan pelatih.

Tanggung Jawab Bersama atas Kegagalan

Zafrul dengan jelas menyatakan bahwa hasil di SEA Games 2025 bukan hanya tanggung jawab satu individu.

Sikap Presiden BAM

“Apa yang terjadi bukan kegagalan individu. Ini adalah tanggung jawab bersama, mulai dari pemain, staf pelatih, manajemen, hingga pimpinan. Kami menang sebagai tim, dan ketika kalah, kami juga bertanggung jawab bersama,” tulis Zafrul dalam unggahan di media sosial.

Pernyataan ini menunjukkan komitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua aspek, bukan hanya menyalahkan satu pihak.

Kontribusi Rexy Mainaky Tetap Diakui

Meskipun hasil SEA Games tidak sesuai harapan, Zafrul menegaskan bahwa Rexy Mainaky tetap memegang peran penting dalam pengembangan bulu tangkis Malaysia. Ia percaya bahwa kontribusi Rexy tidak bisa dinilai hanya dari satu turnamen.

“Saya menghargai keterbukaan Rexy, dan sikap saya jelas, kami masih membutuhkannya. Pengalaman dan filosofi pengembangan tidak bisa diukur dari satu kejuaraan. Membangun tim nasional adalah proses jangka panjang,” ujarnya.

Perolehan Medali dan Evaluasi

Malaysia berhasil meraih satu medali emas, dua perak, dan enam perunggu. Pencapaian ini, meskipun melampaui target jumlah medali secara keseluruhan, belum memenuhi target perolehan medali emas yang diharapkan.

Prestasi yang Patut Diapresiasi

Zafrul juga mengingatkan publik untuk tidak melupakan pencapaian penting lainnya yang diraih sepanjang tahun, yang menurutnya tidak boleh tertutup oleh hasil di SEA Games.

“Satu kemunduran tidak menghapus pencapaian besar tahun ini. Kami menjadi juara dunia ganda campuran, dan untuk pertama kalinya ganda putri Malaysia menembus final Kejuaraan Dunia. Itu adalah prestasi yang mengangkat martabat pemain nasional kami,” kata Zafrul.

Kegagalan di Final Beregu Putra

Performa tim bulu tangkis Malaysia memang sudah terlihat kurang memuaskan sejak awal SEA Games. Tim beregu putra mengalami kekalahan telak 0-3 dari Indonesia di final, meski Indonesia menurunkan skuad campuran.

Dominasi Indonesia

Indonesia menunjukkan dominasi di cabang olahraga bulu tangkis SEA Games 2025 dengan meraih tiga emas, tiga perak, dan empat perunggu.

Kegagalan Ganda Putra

Di final ganda putra, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik harus mengakui keunggulan pasangan Indonesia, Sabar Karyaman dan Moh Reza Isfahani, dengan skor 14-21, 17-21.

Tinggalkan komentar


Related Post