Pidato Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, di simposium Jackson Hole pada 22 Agustus 2024 menjadi titik balik signifikan bagi pasar kripto. Pasar yang sebelumnya cenderung bearish mengalami lonjakan drastis. Ethereum mencapai rekor tertinggi baru (all-time high) di angka USD 4.891, sementara Bitcoin menembus USD 117.377.
Lonjakan harga ini terjadi hanya beberapa jam setelah Powell menyampaikan pidatonya. Pidato tersebut disampaikan di hadapan para ekonom dan bankir sentral dunia di Jackson Hole, Wyoming. Pernyataan Powell mengindikasikan perubahan arah kebijakan The Fed yang selama ini menerapkan suku bunga tinggi untuk menekan inflasi.
Powell secara eksplisit memberi sinyal perubahan kebijakan moneter. Ia menyatakan, “Waktunya kebijakan disesuaikan. Arah kebijakan sudah jelas, dan waktu serta laju penurunan suku bunga akan bergantung pada data.” Pernyataan ini ditafsirkan pasar sebagai sinyal dovish, menunjukkan kecenderungan kebijakan moneter yang lebih longgar.
Selama dua tahun terakhir, suku bunga tinggi The Fed membuat investor menghindari aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto. Namun, dengan inflasi yang turun signifikan ke 2,5 persen (mendekati target 2 persen), Powell yakin inflasi dapat dikendalikan tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.
Kripto sangat sensitif terhadap likuiditas global. Bunga tinggi mendorong investor ke aset aman seperti obligasi atau deposito dolar. Sebaliknya, penurunan suku bunga membuka peluang investasi di aset berisiko dengan imbal hasil tinggi, termasuk kripto.
Reaksi pasar kripto terhadap pidato Powell sangat cepat. Ethereum langsung melampaui rekor sebelumnya pada November 2021, mencapai USD 4.891. Bitcoin, yang sempat stagnan di sekitar USD 110.000, melonjak hingga USD 117.377.
Powell juga mengakui kesalahan perkiraan The Fed sebelumnya. Awalnya, inflasi dianggap bersifat sementara (transitory), namun ternyata lebih persisten. The Fed kemudian menaikkan suku bunga secara agresif, total 525 basis poin sejak 2022. Kini, dengan inflasi melandai dan pasar kerja stabil, The Fed mempertimbangkan pemangkasan suku bunga.
Sejarah menunjukkan korelasi positif antara pelonggaran kebijakan The Fed dan reli harga kripto. Contohnya, pada Jackson Hole 2020, diikuti oleh kenaikan harga Bitcoin dari USD 10.000 menjadi lebih dari USD 60.000 dalam setahun.
Mengapa kripto begitu terpengaruh oleh kebijakan The Fed? Berbeda dengan saham atau obligasi, kripto tidak memiliki arus kas atau pendapatan yang pasti. Nilainya sangat dipengaruhi sentimen pasar dan aliran dana global. Likuiditas yang meningkat mendorong investor mencari aset dengan potensi keuntungan tinggi, dan Bitcoin serta Ethereum menjadi target utama.
Pernyataan Powell yang optimis tentang ekonomi Amerika Serikat turut mendorong kenaikan harga kripto. Ia menegaskan, “Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung pasar tenaga kerja yang kuat sambil terus membuat kemajuan menuju stabilitas harga.” Pernyataan ini meningkatkan kepercayaan investor.
Meskipun euforia pasar kripto tinggi, kepastian masih diperlukan. The Fed akan mengadakan rapat pada September untuk memutuskan suku bunga selanjutnya. Pemangkasan suku bunga dapat mempercepat aliran dana global ke pasar kripto.
Namun, investor juga harus tetap waspada. Powell menekankan bahwa keputusan The Fed akan didasarkan pada data ekonomi terkini. Jika inflasi kembali meningkat, kebijakan moneter dapat berubah arah. “Waktu dan laju penurunan suku bunga akan bergantung pada data yang masuk,” tegasnya.
Untuk saat ini, pasar kripto menikmati momentum positif. Baik Bitcoin maupun Ethereum mencatat rekor baru. Dengan pelonggaran kebijakan The Fed, banyak analis memperkirakan kenaikan harga kripto akan berlanjut, bahkan mungkin memicu altseason (kenaikan harga altcoin secara signifikan). Namun, diperlukan kewaspadaan dan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi. Pasar kripto tetap bergejolak dan penuh risiko.









Tinggalkan komentar