Rahasia Pilu di Balik Menu Makan Anak: KPAI Desak Pemerintah Bertindak

Kilas Rakyat

25 September 2025

2
Min Read

Masukan anak-anak penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian serius Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Banyak keluhan terkait kualitas makanan yang diterima, bahkan termasuk kasus keracunan massal akibat makanan basi. Hal ini menunjukkan urgensi perbaikan menyeluruh dalam sistem penyediaan program MBG.

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menjelaskan hasil survei mereka. Survei “Suara Anak” yang berlangsung selama 14 April hingga 23 Agustus 2025 melibatkan 1.624 responden anak dan anak penyandang disabilitas di 12 provinsi. Temuan survei menunjukkan perlunya peningkatan signifikan dalam standar kualitas dan distribusi makanan MBG.

Dari total responden, 583 anak mengaku pernah menerima makanan MBG yang rusak atau basi. Menyedihkan, 11 anak tetap mengonsumsi makanan tersebut meskipun sudah tidak layak konsumsi, menunjukkan terbatasnya akses mereka terhadap alternatif makanan lain. Kondisi ini menuntut respons cepat dan efektif dari pemerintah.

“Anak-anak meminta agar makanan yang didistribusikan selalu segar dan tidak bau atau basi. Ini menjadi pesan kunci dari mereka,” ujar Jasra saat dihubungi di Jakarta. Pernyataan ini menggarisbawahi betapa pentingnya suara anak-anak dalam perbaikan program MBG.

Selain makanan basi, anak-anak juga mengeluhkan bau tak sedap dari wadah makanan. Beberapa melaporkan menemukan ulat pada sayur atau buah yang disediakan, membuat mereka enggan memakannya. Kualitas makanan yang kurang segar menjadi masalah utama yang perlu ditangani secara serius.

Anak-anak menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan sejak proses distribusi hingga sampai di tangan mereka. Makanan basi otomatis mengurangi nilai gizi yang seharusnya mereka dapatkan, sehingga tujuan utama program MBG menjadi gagal.

Meskipun demikian, mayoritas anak-anak tetap mendukung program MBG, menyadari manfaat konsumsi makanan bergizi secara rutin. Ini menunjukkan bahwa masalah utamanya bukan pada konsep program, melainkan pada pelaksanaan di lapangan yang membutuhkan evaluasi menyeluruh.

KPAI, bersama CISDI dan Wahana Visi Indonesia (WVI), berkomitmen menyampaikan hasil survei ini sebagai rekomendasi kepada pemerintah. Jasra menekankan pentingnya menjadikan masukan anak-anak sebagai dasar perbaikan, agar MBG benar-benar memberikan dampak positif bagi kesehatan dan perkembangan mereka.

Pemerintah didesak untuk meningkatkan pengawasan kualitas makanan, memperbaiki standar wadah penyimpanan, dan memastikan distribusi yang lebih higienis. Langkah-langkah ini krusial agar program MBG mencapai tujuannya: menyediakan asupan bergizi yang aman dan layak untuk setiap anak.

Tinggalkan komentar


Related Post