Prabowo Temukan Tomy Winata di Peresmian Pabrik Baterai

Kilas Rakyat

30 Juni 2025

3
Min Read

Presiden Prabowo Subianto menghadiri peresmian industri baterai listrik nasional di Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6). Kehadirannya di acara tersebut mencuri perhatian, terutama karena reaksi spontan beliau saat melihat pengusaha nasional Tomy Winata (TW) di antara tamu undangan.

Prabowo mengungkapkan kekagumannya terhadap TW dengan mengatakan, “TW ada di sini!” sambil menunjuk ke arah beliau. Ekspresi terkejut dan ramah Prabowo ini menunjukkan keakraban dan rasa hormatnya terhadap tokoh bisnis tersebut. Beliau pun langsung menyapa TW, menunjukkan betapa pentingnya silaturahmi dan penghormatan terhadap para pelaku usaha di Indonesia.

Selain menyapa TW, Prabowo juga berkelakar meminta Sekretaris Kabinet mencatat nama-nama tamu yang tidak hadir. Hal ini menunjukkan sisi humanis dan kepemimpinan Prabowo yang luwes dan dekat dengan rakyatnya. Suasana menjadi cair dan penuh keakraban berkat celotehan beliau.

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri BUMN Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya. Kehadiran para menteri dan pejabat negara ini semakin mengukuhkan pentingnya proyek industri baterai listrik bagi masa depan Indonesia.

Prabowo menjelaskan alasan kehadirannya yang tidak biasa dalam acara groundbreaking proyek. Biasanya ia jarang menghadiri acara semacam ini. Namun, peresmian industri baterai listrik ini dianggapnya sangat penting dan strategis bagi pembangunan Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen beliau terhadap pengembangan industri dalam negeri.

Pentingnya Hilirisasi Industri bagi Indonesia

Prabowo menekankan betapa krusialnya hilirisasi industri bagi kemajuan bangsa. Menurutnya, kemampuan mengolah sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah tinggi merupakan kunci utama kesejahteraan. Indonesia kaya akan sumber daya alam, namun selama ini seringkali hanya mengekspor bahan mentah dengan harga murah.

Dengan hilirisasi, Indonesia dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan negara. Industri pengolahan yang maju akan menciptakan produk-produk berkualitas tinggi yang kompetitif di pasar global. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sejarah dan Masa Depan Hilirisasi di Indonesia

Prabowo menambahkan bahwa gagasan hilirisasi bukanlah hal baru. Sejak zaman Presiden Soekarno, cita-cita ini telah dikumandangkan. Para pemimpin selanjutnya pun terus berupaya merealisasikannya. Namun, baru di era Presiden Joko Widodo hilirisasi mendapat perhatian dan dukungan yang lebih signifikan.

Program hilirisasi di era Jokowi telah menunjukkan kemajuan yang nyata. Pembangunan industri baterai listrik ini merupakan salah satu contoh konkret keberhasilan program tersebut. Keberhasilan ini tentunya harus terus ditingkatkan dan dikembangkan agar Indonesia mampu bersaing di kancah internasional.

Prabowo memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden Joko Widodo atas keberhasilannya memulai langkah nyata dalam program hilirisasi di abad ke-21. Hal ini menunjukkan adanya sinergi dan kesinambungan kebijakan pembangunan antara pemerintahan sebelumnya dan pemerintahan saat ini.

Peresmian industri baterai listrik ini merupakan langkah signifikan dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju yang mandiri dan berdaulat di bidang energi. Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengembangan industri hilir lainnya di Indonesia, sehingga Indonesia dapat keluar dari jebakan negara pengekspor bahan mentah.

Industri baterai listrik juga berkontribusi pada upaya Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mempercepat transisi ke energi terbarukan. Hal ini sejalan dengan upaya global dalam mengatasi perubahan iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Tinggalkan komentar


Related Post