Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen penuhnya untuk mendukung program prioritas Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Pernyataan ini disampaikan usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, pada Senin, 2 Februari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi pentingnya fokus pada pengentasan kemiskinan, pencapaian swasembada pangan, dan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Arahan ini menjadi penguatan bagi para kepala daerah untuk memprioritaskan program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ahmad Luthfi menyatakan bahwa arahan Presiden memberikan semangat baru untuk melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh. “Beliau memberikan semangat kepada kami untuk melayani masyarakat. Intinya itu,” tegas Ahmad Luthfi.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menambahkan bahwa para kepala daerah diarahkan untuk bekerja dengan semangat bela negara, mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya. “Kita diarahkan untuk membela negara dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Kita bekerja lebih semangat lagi untuk merawat rakyat,” ujar Taj Yasin.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin berkomitmen mengintegrasikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah.
Salah satu fokus utama adalah mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen dan memperkuat ketahanan pangan.
Pada tahun 2026, Pemprov Jateng menargetkan diri sebagai provinsi lumbung pangan nasional.
Target produksi yang ditetapkan meliputi 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG) dan 3,7 juta ton jagung.
Strategi yang akan ditempuh mencakup peningkatan produktivitas, rehabilitasi irigasi, pengamanan hasil produksi, sinergi antar sektor, serta penguatan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk sektor pertanian.
Di sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan III 2025 tercatat sebesar 5,37 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,04 persen.
Ke depan, Pemprov Jateng berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor unggulan, pemberdayaan desa, pengendalian inflasi, pelestarian sumber daya alam dan lingkungan, serta mitigasi bencana.
Untuk menciptakan lapangan kerja, Pemprov Jateng meluncurkan berbagai program inovatif.
Program tersebut meliputi petani milenial, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian dan perikanan, hilirisasi sumber daya alam, revitalisasi balai latihan kerja, serta program peningkatan keterampilan (upskilling), pelatihan ulang (reskilling), pemagangan, dan pengembangan kewirausahaan.
Di bidang pendidikan dan kesehatan, perhatian khusus diberikan pada pembangunan dan revitalisasi sekolah.
Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) boarding dan sekolah unggulan juga menjadi prioritas.
Selain itu, akan ada perluasan program Sekolah Rakyat serta optimalisasi layanan dokter spesialis keliling dan program Cek Kesehatan Gratis.
Di sektor infrastruktur dan tata ruang, Jawa Tengah akan mengembangkan 10 wilayah pengembangan dan 10 aglomerasi ekonomi baru.
Fokus utama pengembangan ini meliputi hilirisasi pertanian, reforma agraria, penyediaan perumahan, penanganan kawasan kumuh, serta peningkatan konektivitas antar wilayah.
“Pasti kita dukung program prioritas yang dicanangkan Presiden. Tadi ditekankan bahwa semua bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Taj Yasin Maimoen.
Rakornas pemerintah pusat dan daerah ini diikuti oleh 4.011 peserta dari berbagai unsur, termasuk kementerian, lembaga, gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, wakil wali kota, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah dan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.
Tujuannya adalah mengoptimalkan pelaksanaan program prioritas Presiden sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025-2029.









Tinggalkan komentar