Pivot The Fed: Sentimen Positif Kripto Menguat Pasca Perubahan Kebijakan Suku Bunga

Kilas Rakyat

23 Agustus 2025

3
Min Read

Pasar kripto mengalami lonjakan signifikan setelah Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, memberikan sinyal berakhirnya era suku bunga tinggi dalam pidatonya di simposium Jackson Hole. Pernyataan Powell ini langsung memicu reaksi positif di pasar, dengan Ethereum mencapai harga tertinggi sepanjang masa (ATH) dan Bitcoin mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Kenaikan harga Ethereum dan Bitcoin terjadi hanya beberapa jam setelah pidato Powell. Sebelumnya, pasar kripto tengah mengalami tren bearish. Pidato Powell seakan menjadi katalis yang dinantikan pasar untuk membalikkan tren tersebut. Hal ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar kripto terhadap kebijakan moneter The Fed.

Dalam pidatonya, Powell mengakui kesalahan The Fed dalam menilai kenaikan harga awal 2021 sebagai fenomena sementara (“transitory”). Ia menjelaskan, “Kami saat itu menilai kenaikan harga akibat pandemi bersifat transitory atau sementara. Namun, data menunjukkan inflasi justru meluas ke berbagai sektor. Itulah mengapa The Fed akhirnya harus bergerak agresif.”

Akibatnya, The Fed menaikkan suku bunga secara agresif, total 525 basis poin antara tahun 2022 hingga 2023, untuk menekan inflasi yang sempat mencapai 7,1 persen. Powell menegaskan komitmen The Fed untuk mengembalikan stabilitas harga. “Komitmen kami tanpa syarat adalah mengembalikan stabilitas harga, dan kami terus melakukannya sampai tugas itu selesai.”

Namun, dengan inflasi kini turun menjadi 2,5 persen, Powell mengisyaratkan perubahan arah kebijakan. Ia menyatakan, “Waktunya kebijakan disesuaikan. Arah kebijakan sudah jelas, dan waktu serta laju pemangkasan suku bunga akan bergantung pada data.” Pernyataan ini ditafsirkan pasar sebagai sinyal akan adanya pengurangan suku bunga dalam waktu dekat.

Mengapa sinyal dari The Fed begitu penting bagi pasar kripto? Investor kripto sangat sensitif terhadap kebijakan The Fed. Pada 2021, ketika Powell menyebut inflasi sebagai “transitory,” optimisme pasar tinggi. Namun, kebijakan pengetatan moneter The Fed selanjutnya menyebabkan koreksi panjang di pasar kripto.

Kini, nada dovish Powell mengindikasikan likuiditas global yang akan kembali longgar. Dana yang sebelumnya mengalir ke aset aman seperti obligasi dolar AS berpotensi beralih ke aset berisiko, termasuk kripto. Investor melihat kemiripan dengan periode 2020-2021, di mana pidato Powell juga memicu kebijakan longgar dan membuat Bitcoin meroket dari USD 10.000 menjadi lebih dari USD 60.000 dalam setahun.

Reaksi pasar terhadap pidato Powell kali ini sangat cepat. Ethereum, yang sudah mendekati puncak sejak awal Agustus, langsung menembus ATH di USD 4.891. Bitcoin juga mengalami kenaikan signifikan, mencapai USD 117.377. Seorang analis global menyatakan, “Pasar kripto selalu mencari trigger besar. Nada dovish Powell adalah sinyal bahwa likuiditas akan kembali, dan kripto langsung jadi penerima manfaat pertama.”

Powell juga menekankan bahwa inflasi berhasil dikendalikan tanpa menyebabkan lonjakan pengangguran yang signifikan. Ia menjelaskan, “Pasar tenaga kerja kini sudah jauh lebih seimbang. Tingkat pengangguran memang naik, tetapi bukan akibat PHK besar-besaran. Kami tidak menginginkan pendinginan tenaga kerja lebih jauh.”

Pernyataan ini memperkuat narasi bahwa ekonomi AS tidak menuju resesi. Inflasi turun, pasar tenaga kerja stabil, dan kemungkinan pemotongan suku bunga terbuka. Kombinasi ini dianggap sebagai peluang emas bagi pasar kripto. Pertemuan FOMC September mendatang akan menjadi fokus perhatian pasar, karena keputusan The Fed terkait pemotongan suku bunga akan sangat berpengaruh pada pergerakan harga kripto. Meskipun demikian, Powell mengingatkan bahwa keputusan tersebut akan bergantung pada data ekonomi terkini.

Meskipun demikian, perubahan nada Powell sudah cukup untuk mengubah arah pasar. Perubahan dari pernyataan “transitory” ke sinyal “rate cuts” menunjukkan berakhirnya kebijakan moneter yang ketat. Bagi Bitcoin, Ethereum, dan aset kripto lainnya, ini bisa menjadi awal dari bull run berikutnya. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan karena kondisi pasar masih dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Analisis mendalam terhadap data ekonomi dan sentimen pasar tetap penting untuk pengambilan keputusan investasi.

Tinggalkan komentar


Related Post