Perundingan Pembatasan Persenjataan Strategis, seringkali dikenal dengan istilah pembicaraan SALT (Strategic Arms Limitation Talks), adalah dua babak perundingan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet pada akhir abad ke-20. Kedua tahapan negosiasi ini ditujukan untuk mengekang pertumbuhan persenjataan strategis melalui serangkaian perjanjian dan pengaturan internasional.
Perundingan SALT I berlangsung dari 1969 hingga 1972, menghasilkan dua perjanjian penting: Perjanjian Anti-Ballistic Missile (ABM) dan Interim Agreement on Offensive Arms. ABM dibatasi kapasitas kedua negara dalam mengembangkan sistem pertahanan rudal anti-balistik dan Interim Agreement sementara membatasi pertumbuhan persenjataan nuklir strategis.
SALT II berlangsung dari 1972 hingga 1979. Ini jauh lebih ambisius, mencakup berbagai pembatasan dan pengurangan senjata strategis. Ini ditandatangani oleh Presiden Jimmy Carter dan Sekretaris Jenderal Leonid Brezhnev pada Juni 1979, tetapi tidak pernah diratifikasi oleh Senat AS karena invasi Soviet ke Afghanistan.
Perundingan SALT yang bersejarah ini mengekang persaingan persenjataan nuklir pada puncak Perang Dingin. Mereka menciptakan kerangka kerja untuk pembatasan dan pengurangan senjata strategis yang berkelanjutan, yang kemudian diikuti oleh perjanjian START (Strategic Arms Reduction Treaty).
SALT adalah penanda penting dalam sejarah diplomatik dan perang senjata. Meskipun perlombaan senjata nuklir tidak sepenuhnya berakhir, perundingan ini meredam pertikaian dan membantu untuk menetapkan batas pada persenjataan strategis. Tetap harus diingat bahwa kerahasiaan dan kepercayaan yang bisa terbangun lewat perundingan seperti SALT merupakan kunci penting menuju perdamaian dan kestabilan global.









Tinggalkan komentar