Beredar sebuah video dimedia sosial dari seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Perancis yang mengabarkan bahwa telah terjadi sebuah tindakan kriminal pengeboman ikan di wilayah lautan Tojo Una-Una dengan titik lokasi Tj Gurita Pulau Buka-Buka.
Di dalam video yang diunggah dalam akun tik tok @thomasdespin memperlihatkan ikan-ikan yang mati terapung yang di duga akibat dari bekas pengeboman ikan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab (Rabu, 03/08/2022).
Hal ini kemudian mendapat respon dari Rizki kakilo yang merupakan salah satu pemuda asal Tojo Una-Una. Dirinya menyayangkan kejadian kriminal dilautan Tojo Una-Una masih terjadi dan hal tersebut bisa luput dari pengawasan pihak-pihak kemanan yang terkait.
“Pengeboman ikan merupakan tindakan kriminal diperairan laut karena hal tersebut jelas dilarang dalam UU Perikanan Nomor 45 Tahun 2009, terlebih lagi tindakan pengeboman ikan yang terjadi dilautan Tojo Una-Una tersebut bisa luput dari pengawasan lembaga yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam mengawasi keberlanjutan sumber daya laut yang ada di Kabupaten Tojo Una-Una” Ungkapnya.
“Pengeboman ikan merupakan tindakan ilegal fishing yang memilki dampak besar terhadap sumber daya kelautan dan perikanan di laut Tojo Una-Una karena akan merusak terumbu karang dan jelas pula akan berdampak pada hasil tangkapan ikan nelayan-nelayan kecil yang melakukan penangkapan dengan cara yang ramah lingkungan”
Pemuda yang juga merupakan Mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG tersebut meminta lembaga terkait di Tojo Una-Una untuk lebih memaksimalkan serta meningkatkan kinerja dalam pengawasan diperairan laut Tojo Una-Una.
“Kejadian Pengeboman Ikan yang terjadi di perairan laut Buka-Buka merupakan hal yang luput dari pengawasan lembaga yang ditugaskan dalam pengawasan, olehnya saya berharap dan meminta agar lembaga yang diberi tanggung jawab tersebut bisa memaksimalkan dan meningkatkan kinerja dalam menjaga dan mengawasi sumber daya kelautan di Kabupaten Tojo Una-Una agar sumber daya kelautan dan perikanan tersebut bisa dirasakan oleh generasi Touna di masa mendatang” tutupnya.









Tinggalkan komentar