Pertanyaan ini merujuk pada konsep dasar dari genetika dan membawa kita ke istilah “alel”. Dalam genetika, sebuah alel merujuk pada salah satu bentuk yang berbeda dari suatu gen. Biasanya, gen memiliki dua alel, satu dari masing-masing kromosom homolog. Masing-masing alel ini berlokasi di lokus yang sama pada masing-masing kromosom dalam suatu pasangan.
Jadi, pasangan gen yang memiliki lokus yang sama dalam suatu kromosom adalah alel. Setiap individu memiliki dua alel untuk setiap gen – satu yang diwarisi dari ibunya dan satu diwarisi dari ayahnya. Alel yang diwarisi oleh suatu organisme jantan dan betina dapat sama (homozigot) atau berbeda (heterozigot). Misalnya, jika ia mewarisi alel yang sama dari kedua orang tuanya, ia dianggap homozigot untuk trait tersebut. Sekarang, jika alel yang berbeda diwarisi, ia dianggap heterozigot untuk trait itu.
Perbedaan antara alel ini menyebabkan variasi dalam spesies. Misalnya, gen untuk warna mata bisa memiliki alel yang berbeda yang menghasilkan mata biru, coklat, hijau, dll. Jadi, sementara semua orang memiliki gen untuk warna mata, variasi dalam alel ini menyebabkan perbedaan dalam warna mata yang kita lihat.
Secara keseluruhan, konsep alel sangat penting dalam memahami bagaimana karakteristik diwarisi dan bagaimana variasi terjadi dalam spesies. Oleh karena itu, jawaban atas pertanyaan “pasangan gen yang memiliki lokus yang sama dalam kromosom adalah” adalah “alel”.









Tinggalkan komentar