PT MRT Jakarta (Perseroda) berencana memperluas layanan publik di stasiun-stasiunnya di Jakarta Selatan. Rencana ini bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat terhadap berbagai layanan penting, tanpa harus pergi ke pusat kota.
Salah satu rencana ambisius mereka adalah membuka gerai pelayanan paspor dan visa di beberapa stasiun MRT di wilayah Jakarta Selatan. Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta, Farchad Mahfud, mengungkapkan beberapa stasiun yang menjadi kandidat, yaitu Stasiun Haji Nawi, Stasiun Fatmawati, Stasiun Blok A, dan Stasiun Cipete Raya.
Pemilihan lokasi di Jakarta Selatan didasarkan pada kepadatan penduduk di wilayah tersebut. Dengan tersedianya gerai paspor dan visa di stasiun MRT, masyarakat akan lebih mudah mengurus dokumen perjalanan mereka tanpa harus menempuh perjalanan jauh dan menghabiskan waktu berharga.
“Kami akan sediakan di Stasiun Haji Nawi misalnya, lalu Stasiun Fatmawati, Stasiun Blok A juga masih bisa, Stasiun Cipete Raya,” ujar Farchad Mahfud.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya MRT Jakarta untuk mengurangi kepadatan di pusat kota dan mendekatkan layanan publik kepada masyarakat. Saat ini, lalu lintas MRT didominasi oleh pengguna yang berangkat kerja. Namun, MRT Jakarta melihat potensi untuk meningkatkan jumlah pengguna dengan menyediakan berbagai layanan publik di stasiunnya.
“Khusus untuk MRT, memang pergerakan lebih banyak didorong oleh orang berangkat kerja, tapi juga kami ke depan akan berpikir tentang orang bergerak juga karena mencari pelayanan,” tambahnya.
Farchad juga menekankan bahwa stasiun-stasiun yang dipilih memiliki ruang yang cukup untuk menampung gerai pelayanan publik tersebut. Keberadaan gerai pelayanan paspor dan visa ini akan melengkapi layanan yang sudah ada di beberapa stasiun MRT lainnya.
Sebagai contoh, MRT Jakarta telah bekerja sama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta dalam program “PTSP Goes to MRT” dan “Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM)” di Stasiun Blok A.
Program ini menyediakan berbagai layanan, termasuk Gerai Memulai Usaha, konsultasi perizinan, dan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) yang menyediakan layanan pencetakan dokumen kependudukan seperti akta kelahiran, kartu keluarga, dan lain sebagainya.
Gerai Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Stasiun Blok A fokus pada Gerai Memulai Usaha dan konsultasi pelayanan perizinan dan non-perizinan di wilayah DKI Jakarta. Keberhasilan program ini menjadi bukti nyata komitmen MRT Jakarta dalam memberikan kemudahan akses layanan publik bagi masyarakat.
Meskipun rencana penambahan gerai pelayanan paspor dan visa di stasiun MRT Jakarta Selatan masih dalam tahap perencanaan, hal ini menunjukkan komitmen MRT Jakarta untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat. Semoga rencana ini dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Jakarta Selatan.
“Kami sudah udah punya contoh PTSP di Blok A, ke depan kami sedang merencanakan ada pelayanan paspor di selatan. Itu harapan. Belum dibicarakan (dengan pihak terkait),” jelas Farchad.
Keberadaan gerai pelayanan paspor dan visa di stasiun MRT diharapkan dapat memberikan kemudahan dan efisiensi bagi masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah Jakarta Selatan. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi pergi ke kantor imigrasi yang mungkin jauh dan membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama.
Selain itu, rencana ini juga dapat mendorong peningkatan jumlah pengguna MRT Jakarta, karena masyarakat akan lebih termotivasi untuk menggunakan transportasi umum jika kebutuhan akan layanan publik dapat terpenuhi di stasiun MRT.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik dan mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai layanan penting. Semoga rencana ini dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Jakarta Selatan.









Tinggalkan komentar