Kota Mojokerto, Jawa Timur, berhasil meraih prestasi membanggakan di kancah nasional dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Penghargaan bergengsi ini diberikan oleh Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), menjadi bukti nyata komitmen dan integritas Kota Mojokerto dalam perang melawan narkoba.
Dua penghargaan berhasil disabet oleh Kota Mojokerto. Pertama, Kelurahan Gununggedangan meraih penghargaan IBM (Intervensi Berbasis Masyarakat) Berkelanjutan Terbaik se-Indonesia. Pencapaian ini menunjukkan keberhasilan program intervensi berbasis masyarakat di kelurahan tersebut dalam mencegah dan menangani masalah narkoba. Kedua, SMP Negeri 4 Mojokerto mendapatkan penghargaan dalam kategori Pemberdayaan Masyarakat, menunjukkan peran aktif lembaga pendidikan dalam mengedukasi dan memberdayakan masyarakat untuk menolak narkoba.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, atau yang akrab disapa Ning Ita, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap bahaya narkoba. Ning Ita melihat penghargaan ini sebagai bukti nyata keberhasilan program Kota Mojokerto Bersinar, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan bersih narkoba.
Strategi Kota Mojokerto dalam P4GN
Keberhasilan Kota Mojokerto dalam P4GN tidak terlepas dari strategi yang terencana dan komprehensif. Salah satu kunci keberhasilannya adalah kolaborasi yang kuat antar berbagai stakeholder. Pemerintah Kota Mojokerto aktif melibatkan masyarakat, lembaga pendidikan, dan berbagai organisasi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.
Selain itu, program edukasi dan sosialisasi tentang bahaya narkoba secara intensif terus dilakukan. Program ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak sekolah hingga masyarakat umum. Pemerintah Kota Mojokerto juga secara berkala melakukan tes urine bagi pegawai di lingkungan Pemkot Mojokerto sebagai upaya pencegahan internal.
Pembentukan 9 Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) sejak tahun 2021 hingga 2025 juga menjadi salah satu strategi penting. Program ini bertujuan untuk membangun ketahanan lingkungan terhadap narkoba, dengan melibatkan peran aktif masyarakat di tingkat kelurahan.
Detail Program Kelurahan Bersinar
Program Kelurahan Bersinar mencakup berbagai kegiatan, mulai dari sosialisasi dan edukasi, deteksi dini pengguna narkoba, hingga rehabilitasi bagi pengguna narkoba. Masyarakat dilibatkan aktif dalam kegiatan ini, sehingga program tersebut menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
Program ini juga didukung dengan sistem pengawasan yang ketat dan kerjasama yang baik antar lembaga terkait. Dengan demikian, program Kelurahan Bersinar dapat menjadi model bagi daerah lain dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.
Pernyataan Wali Kota Mojokerto
Wali Kota Mojokerto menyampaikan rasa bangga dan syukur atas prestasi yang diraih. Beliau menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bukti nyata dari kerja keras dan sinergi berbagai elemen masyarakat.
“Prestasi ini adalah buah dari kerja keras dan sinergi berbagai elemen masyarakat yang terus berkomitmen mewujudkan Kota Mojokerto Bersinar, Bersih Narkoba,” ungkap Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita, dalam laman Pemerintah Kota Mojokerto, Senin (14/7/2025).
Ning Ita juga menekankan pentingnya penyuluhan P4GN yang berkelanjutan. Ia berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya narkoba dan turut aktif dalam upaya pencegahannya. Komitmen yang kuat dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan Kota Mojokerto yang bersih dari narkoba.
Dengan komitmen dan strategi yang terarah, Kota Mojokerto terus berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan sehat, bebas dari bahaya narkoba. Penghargaan yang diraih menjadi motivasi untuk terus berjuang dan meningkatkan upaya P4GN di masa mendatang.









Tinggalkan komentar