Misteri Suara Horeg India: Jejak Indonesia Ada Edi Sound Cs Terungkap

Kilas Rakyat

30 Juli 2025

3
Min Read

Fenomena “sound horeg” dengan dentuman bass yang menggelegar telah menjadi pemandangan umum dalam berbagai perayaan di Indonesia, khususnya Jawa Timur. Sistem suara raksasa ini, dengan kekuatannya yang mampu menggetarkan, telah menarik banyak perhatian dan menimbulkan pertanyaan tentang asal-usulnya.

Banyak yang berpendapat bahwa inspirasi di balik sound system raksasa ini berasal dari India. Teori ini didukung oleh kemiripan budaya audio yang menggelegar antara Indonesia dan India, khususnya di wilayah tertentu di India Timur. Namun, berbeda dengan Indonesia yang memiliki tokoh-tokoh ikonik seperti Edi Sound, di India, tidak ada satu nama pun yang secara khusus diakui sebagai pelopor utama.

Jejak Sound Horeg di India: Dek Bass dan Jor Dar

Di India, fenomena serupa dikenal dengan sebutan “Dek Bass”, sebuah gerakan budaya yang berkembang pesat, terutama di Paschim Medinipur (West Midnapore), sebuah distrik di Bengal Barat, India Timur. Gerakan ini dimulai sejak awal tahun 2000-an dan telah menjadi bagian integral dari parade, festival, dan bahkan kompetisi adu suara antar sound system.

Selain Dek Bass, istilah lain yang sering digunakan adalah “Jor Dar”. Meskipun tidak sepopuler Dek Bass, istilah ini menggambarkan karakteristik musik yang kuat, energik, dan menggelegar yang menjadi ciri khas parade-parade sound system tersebut. “Jor Dar” secara harfiah berarti “kekuatan” atau “intensitas”, mencerminkan kekuatan suara yang dihasilkan.

Skala dan Intensitas Dek Bass

Dek Bass di India seringkali ditampilkan dalam skala yang jauh lebih besar dan ekstrem dibandingkan dengan yang terlihat di Indonesia. Video-video yang beredar di media sosial menunjukkan truk-truk yang membawa tumpukan speaker raksasa berparade di jalanan sempit, menciptakan pemandangan yang spektakuler namun juga berpotensi berbahaya.

Kompetisi antar sound system pun seringkali berlangsung sangat sengit, hampir seperti “pertempuran” suara, di mana masing-masing sistem berusaha untuk mengalahkan lawannya dengan kekuatan suara yang lebih dahsyat. Suasana yang kompetitif ini menciptakan daya tarik tersendiri dan menjadi bagian penting dari budaya Dek Bass.

Dalam beberapa kasus, intensitas persaingan bahkan berujung pada tindakan yang merusak. Ada laporan mengenai operator sound system yang membongkar atau merusak tenda warga di pinggir jalan yang menghalangi jalur truk mereka. Hal ini menunjukkan betapa besarnya dedikasi dan ambisi yang terlibat dalam budaya Dek Bass. “Mereka merusak tenda warga agar truk bisa lewat,” ujar seorang saksi mata dalam sebuah wawancara di media lokal.

Pernyataan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh beberapa video amatir yang beredar, menampilkan adegan kerusakan tenda milik warga oleh operator Dek Bass, yang diduga dilakukan agar truk sound system bisa melintas.

Kemiripan dan Perbedaan

Kemiripan visual antara Dek Bass dan sound horeg di Indonesia sangat mencolok. Baik skala, intensitas, maupun penggunaan truk pengangkut sound system yang besar sangat mirip. Hal ini menyebabkan banyak penggemar sound horeg di Indonesia meyakini bahwa tren tersebut terinspirasi oleh Dek Bass di India.

Namun, meskipun terdapat kemiripan yang signifikan, perbedaan budaya dan konteks sosial juga perlu diperhatikan. Di Indonesia, sound horeg mungkin lebih terintegrasi dengan tradisi dan perayaan lokal, sementara Dek Bass di India mungkin memiliki konteks sosial dan budaya yang berbeda, meskipun sama-sama meriah dan penuh energi.

Secara keseluruhan, fenomena sound horeg dan Dek Bass menunjukkan kekuatan budaya audio yang mampu melintasi batas geografis dan menginspirasi bentuk-bentuk ekspresi yang serupa di berbagai belahan dunia. Meskipun asal-usulnya masih diperdebatkan, kemiripan keduanya menunjukkan sebuah tren global dalam ekspresi budaya melalui kekuatan dan intensitas suara.

Tinggalkan komentar


Related Post