Metode Bermain: Kunci Sukses Sistem Pendidikan Finlandia untuk Anak

Kilas Rakyat

21 Agustus 2025

3
Min Read

Finlandia dikenal sebagai kiblat pendidikan dunia. Sistem pendidikannya yang progresif telah menarik perhatian banyak negara, termasuk Indonesia. Namun, seberapa cocok sistem ini diterapkan di Indonesia, terutama untuk anak usia dini?

Pertanyaan ini menjadi fokus diskusi panel “Bringing The Right to a Safe and Playful Childhood” di Lillipods Preschool, BSD, Tangerang. Inkeri Aimonen, CEO HEI Schools and Lillipods HQ Representative, menjelaskan bahwa fokusnya bukan meniru Finlandia secara utuh, melainkan mengadaptasi ide dan kurikulumnya.

“Kurikulum dan ide yang dibawa dari Finlandia tentu saja disesuaikan dengan kondisi di Indonesia, karena tentu tanpa adaptasi, sistem yang kami bawa tidak akan berhasil di Indonesia,” jelas Aimonen. Penyesuaian ini krusial untuk keberhasilan implementasi.

Salah satu penyesuaian penting adalah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Hal ini memastikan anak-anak tetap terhubung dengan akar budaya mereka dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Bahasa ibu menjadi fondasi penting dalam pembelajaran.

Metode pendidikan Finlandia menekankan pembelajaran alami, di mana anak-anak belajar sambil bermain. Proses belajar yang menyenangkan ini mendorong perkembangan alami anak. Belajar menjadi proses yang organik dan menyenangkan.

Dua faktor kunci keberhasilan pendidikan anak, menurut Aimonen, adalah guru dan orang tua. Guru berperan sebagai pemandu, bukan hakim, membutuhkan passion dan kepedulian yang tinggi.

“Untuk mendapatkan guru yang berkualitas, maka diperlukan pelatihan, pengajaran, dan selalu memotivasi mereka. Mau tidak mau, kita harus berinvestasi pada pendidikan para guru,” tambahnya. Investasi pada guru merupakan kunci keberhasilan.

Peran orang tua juga sangat penting. Komunikasi intensif antara sekolah dan orang tua dibutuhkan untuk pemahaman menyeluruh tentang perkembangan anak. Kerja sama yang erat ini akan menghasilkan pendidikan yang terintegrasi.

Arthalia Larsen, Co-Founder and Academic Advisor of Lillipods Indonesia, mendukung pendekatan “playing based method”. Menurutnya, bermain adalah cara terbaik bagi anak untuk belajar berbagai hal.

“Dalam bermain anak bisa belajar berbagai hal. Kita bisa belajar dari Finlandia. Terbukti efektif untuk pengajaran anak usia dini. Efisien dan fun untuk anak-anak,” paparnya. Metode ini terbukti efektif dan menyenangkan bagi anak.

Dengan bermain, pembelajaran menjadi menyenangkan dan tidak menakutkan. Minat belajar anak pun meningkat secara alami. Kurikulum Finlandia dipilih karena mampu menyeimbangkan antara bermain dan pencapaian akademis.

Apakah anak yang telah bersekolah dengan kurikulum Finlandia harus melanjutkan ke sekolah serupa? Arthalia menjawab, “Sebenarnya, tidak harus. Untuk sekolah lanjutannya bisa ke mana saja, karena kami mendidik anak-anak usia dini untuk mampu beradaptasi. Termasuk dengan sekolah mereka selanjutnya.”

Lillipods Preschool di The Icon BSD, yang baru diluncurkan, menerapkan kurikulum ini untuk anak usia 2-6 tahun. Sekolah ini mengajarkan enam mata pelajaran esensial: bahasa, angka, ilmu pengetahuan dan lingkungan, seni dan budaya, olahraga, dan pelatihan skill sosial dan emosional.

Kurikulum ini dirancang agar anak siap untuk pendidikan formal selanjutnya. Selain Preschool, Lillipods juga menyediakan After School Care dan Care Club hingga pukul 18.00. Ini memberikan fleksibilitas bagi orang tua yang bekerja.

“Kami memahami tantangan orang tua yang bekerja, sehingga menyediakan fleksibilitas, dan akses ke sekolah anak usia dini yang berkualitas unggul,” ungkap Co-Founder and Business Director Lillipods Indonesia. Sekolah ini menjawab kebutuhan akan sekolah berkualitas dan fleksibel.

Penerapan kurikulum Finlandia di Lillipods menunjukkan upaya adaptasi yang bijak. Bukan sekadar meniru, tetapi mengambil esensi dan menyesuaikannya dengan konteks Indonesia. Hal ini menjadi kunci keberhasilan penerapan metode pendidikan luar negeri di Indonesia. Sistem ini menjanjikan masa depan pendidikan anak Indonesia yang lebih baik.

Tinggalkan komentar


Related Post