Selagi kritik yang disampaikan tidak mencederai hak-hak orang yang dikritik, mengapa tidak kritikan tersebut disambut dengan baik tanpa ada diskriminasi dari pihak manapun? Maka, kritik sepantasnya dianggap sebagai masukan untuk membangun satu lembaga agar kedepannya lebih baik lagi. Tidak perlu berwajah masam ketika melihat ada sekelompok orang yang melontarkan kritikan atas kebijakan yang dibuat. Karena sejatinya manusia adalah makhluk yang tidak luput dari kesalahan. Manusia bukan tuhan yang setiap perkataan yang diucapkan adalah kebenaran. Sehingga kritikan seharusnya diterima sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi dalam menjalankan kepemimpinan.
Bagi kawan-kawan saya yang saat ini resah melihat ketimpangan yang terjadi disekitar anda, lontarkanlah kritikan dalam bentuk apapun itu tanpa ada rasa takut selama kritikan yang dilontarkan adalah kebenaran dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan pernah menyediakan kuburan untuk kebenaran karena kebenaran tidak akan pernah mati. Tabik!
*Penulis merupakan mahasiswa semester tiga yang menempuh pendidikannya di Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Negeri Gorontalo. sehingga kiranya dapat dimaklumi kesalahan-kesalahan dalam penulisan. Penulis akan mempertimbangkan seluruh masukan, kritikan dan saran agar kedepannya tulisan yang dibuat akan lebih baik lagi.
Penulis : Ahmad Fadly Yahya









Tinggalkan komentar