KRI REM-331 dan Kapal Thailand Patroli Gabungan Laut Jawa: Misi Strategis

Kilas Rakyat

14 Agustus 2025

2
Min Read

KRI Raden Eddy Martadinata-331 (KRI REM-331) unjuk gigi di Laut Jawa. Kapal perang tersebut sukses melaksanakan latihan penembakan meriam 76 mm sebagai bagian dari persiapan Latihan Bersama (Latma) Sea Garuda 22B-25. Latma ini melibatkan TNI Angkatan Laut dan Royal Thai Navy. Latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan uji kesiapan menghadapi berbagai skenario pertempuran di laut.

Di bawah komando Letkol Laut (P) Andi Kristianto, KRI REM-331 yang merupakan unsur Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Komando Armada II, berangkat dari Dermaga Madura Koarmada II. Pelepasan dilakukan langsung oleh Panglima Koarmada II, Laksda TNI I. G. P. Alit Jaya. Setelah latihan ini, KRI REM-331 akan berlayar menuju Sattahip, Thailand, lokasi utama Latma Sea Garuda 22B-25.

Latihan penembakan ini bukan hanya menguji kemampuan menembak kru kapal, tetapi juga merupakan uji coba menyeluruh terhadap sistem persenjataan utama KRI REM-331. Kesuksesan penembakan meriam 76 mm menjadi indikator kesiapan tempur kapal dan keandalan alutsista TNI AL. Seluruh personel KRI REM-331 terlibat aktif dalam latihan ini, mengasah kemampuan tempur dan memperkuat sinergi tim.

Kolonel Laut (P) Fadlon, Komandan Satgas Latma Sea Garuda 22B-25, menekankan pentingnya latihan ini sebagai tahapan krusial. “Latihan ini memastikan personel dan alutsista siap tampil optimal dalam latihan gabungan di perairan Thailand,” tegasnya. Lebih dari sekadar latihan teknis, kesiapan TNI AL dalam Latma Sea Garuda juga mencerminkan komitmen untuk menjaga nama baik bangsa di kancah internasional.

Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali dalam arahan terpisah, mengingatkan pentingnya menjadikan setiap latihan sebagai sarana diplomasi maritim. “Setiap latihan harus dimanfaatkan untuk memperkuat diplomasi maritim demi mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia,” ujarnya. Hal ini sejalan dengan upaya TNI AL dalam memperkuat kerja sama internasional dan memperlihatkan kapabilitasnya di kawasan regional.

Latma Sea Garuda 22B-25 tak hanya memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Thailand, tetapi juga meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL. Kesiapan TNI AL dalam latihan ini menunjukkan komitmen untuk terus menjadi kekuatan laut yang disegani di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya. Keberhasilan latihan ini juga akan meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan maritim.

Latihan ini juga memberikan kesempatan berharga bagi TNI AL untuk belajar dan bertukar pengalaman dengan Royal Thai Navy. Hal ini penting untuk meningkatkan interoperabilitas dan kemampuan dalam menghadapi ancaman bersama di wilayah regional. Kolaborasi dan kerja sama ini sangat penting mengingat dinamika keamanan maritim yang terus berkembang di kawasan Indo-Pasifik. Melalui Latma Sea Garuda, TNI AL menunjukkan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan negara-negara sahabat demi menjaga stabilitas dan keamanan maritim regional.

Tinggalkan komentar


Related Post