Korban Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan Mengambang Setelah Empat Hari Pencarian

Kilas Rakyat

6 Juli 2025

3
Min Read

Operasi pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali memasuki hari keempat, Minggu (6/7), dan akhirnya membuahkan hasil. Satu jenazah laki-laki ditemukan mengambang di perairan Selat Bali sekitar pukul 10.14 WITA.

Jenazah ditemukan oleh KRI Fanildo. Ciri-cirinya: laki-laki, tinggi sekitar 170 cm, mengenakan kaos oblong biru dan celana pendek coklat. Jenazah dievakuasi oleh KRI Tongkol ke RSUD Blambangan untuk identifikasi lebih lanjut.

Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno, menjelaskan penemuan tersebut dalam konferensi pers di ASDP Ketapang. Ia menyebutkan posisi jenazah saat ditemukan, yaitu tengkurap di permukaan laut, menjadi indikasi jenis kelamin korban.

Lokasi penemuan jenazah berada sekitar 5,7 sampai 6 mil laut di selatan titik tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya, dengan koordinat -08°09.371′, 114°25, 1569. Pencarian terus dilakukan untuk menemukan korban lainnya, baik di permukaan laut maupun melalui penyelaman.

Korban KMP Tunu Pratama Jaya: Update Terkini

Dengan ditemukannya satu jenazah tambahan, jumlah korban KMP Tunu Pratama Jaya yang telah dievakuasi menjadi 37 orang. Terdiri dari 7 korban meninggal dunia dan 30 korban selamat. Sayangnya, masih ada 28 korban lainnya yang belum ditemukan.

Proses identifikasi jenazah yang baru ditemukan masih berlangsung di RSUD Blambangan, Banyuwangi. Identitas korban belum dapat diungkap hingga sore hari. Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal dalam pencarian dan identifikasi korban.

Kronologi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya

KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat perjalanan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Kapal dilaporkan mengirimkan sinyal darurat pukul 00.16 WITA, lalu mengalami mati lampu (blackout) pukul 00.19 WITA.

Cuaca ekstrem diduga menjadi faktor penyebab kecelakaan. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali diperkirakan membuat kapal kehilangan stabilitas dan akhirnya tenggelam di koordinat -08°09.371′, 114°25, 1569.

Berdasarkan data manifes, KMP Tunu Pratama Jaya membawa 65 orang saat kejadian, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru kapal. Tragedi ini menyoroti pentingnya keselamatan pelayaran dan antisipasi terhadap kondisi cuaca buruk di perairan Selat Bali.

Analisis dan Rekomendasi

Kejadian ini seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan pelayaran di Selat Bali. Perlu diteliti lebih lanjut mengenai standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan oleh pihak operator kapal dan pengawasan dari pihak berwenang.

Selain itu, perlu peningkatan sistem peringatan dini cuaca ekstrem untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan tim SAR juga penting untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban dalam situasi darurat.

Investigasi menyeluruh atas penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya sangat diperlukan untuk memastikan langkah-langkah pencegahan yang efektif. Hal ini demi menghindari tragedi serupa dan menjamin keselamatan para penumpang kapal di masa depan.

Tinggalkan komentar


Related Post