Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) mempertegas komitmennya dalam memberantas praktik kartel haji demi memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh jemaah. Melalui kampanye bertajuk #TanyaJubir, Kemenhaj RI menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji bukan sekadar tugas administratif, melainkan sebuah amanah besar yang diemban negara dan harus dijaga dengan integritas tinggi.
Juru Bicara Kemenhaj RI, Ichsan Marsha, dalam unggahannya di akun Instagram resmi @kemenhaj.ri pada Kamis, 5 Februari 2026, menyampaikan bahwa Kemenhaj RI siap melanjutkan komitmen pemberantasan kartel haji. Langkah ini sejalan dengan amanah yang diberikan oleh Presiden, Menteri, dan Wakil Menteri Haji, demi memastikan proses penyelenggaraan haji berjalan secara transparan dan adil bagi seluruh calon jemaah.
Upaya pemberantasan ini tentu menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang kompleks. Ichsan Marsha mengungkapkan adanya praktik penggiringan opini negatif di media sosial, bahkan hingga upaya pembunuhan karakter, yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.
Beberapa oknum bahkan berupaya menciptakan persepsi negatif dengan membenturkan pihak internal kementerian, seperti menciptakan narasi buruk mengenai hubungan antara Wakil Menteri Haji dengan tokoh masyarakat yang sebenarnya terjalin baik.
Strategi ini diduga bertujuan untuk meredam upaya pemerintah dalam memberantas mafia haji yang selama ini merugikan calon jemaah.
Secara terbuka, Kemenhaj RI turut menyajikan bukti digital berupa percakapan pesan singkat. Bukti tersebut menunjukkan upaya oknum yang mencoba mendekati kementerian agar perusahaan atau syarikah yang mereka bawa dapat dilibatkan dalam pelaksanaan haji tahun 2026.
Ketika syarikah yang diajukan tidak lolos seleksi karena tidak memenuhi standar yang ditetapkan, oknum tersebut justru menunjukkan reaksi yang tidak terpuji.
Mereka dilaporkan membawa massa untuk melakukan aksi unjuk rasa.
Dalam aksi tersebut, mereka menyebarkan narasi negatif yang menuduh adanya monopoli dan dugaan korupsi di lingkungan Kemenhaj RI.
Pihak Kemenhaj RI menyadari bahwa perjuangan memberantas kartel haji ini merupakan tugas berat yang tidak bisa dilakukan sendirian.
Oleh karena itu, kementerian mengharapkan dukungan penuh dan doa dari seluruh lapisan masyarakat.
Dukungan ini diharapkan dapat mewujudkan penyelenggaraan haji di masa depan yang lebih baik, bersih, dan berfokus sepenuhnya pada pelayanan jemaah.
Ichsan menutup pernyataannya dengan menyampaikan harapan, “Perjuangan untuk memberantas Kartel Haji ini luar biasa, untuk itu doakan semuanya agar Penyelenggaraan Haji jauh lebih baik kedepannya.”









Tinggalkan komentar