Jejak Legenda Faskho Sengox: Sang Maestro Sound Horeg Sebelum Era Digital

Kilas Rakyat

29 Juli 2025

3
Min Read

Fenomena sound horeg yang kini viral di jagat maya, khususnya lewat popularitas Edi Sound dan Brewog Audio, seringkali dianggap sebagai tren baru. Namun, sejarah sound horeg di Jawa Timur jauh lebih kaya dan berakar lebih dalam daripada yang terlihat.

Jauh sebelum era TikTok dan viralitasnya, sebuah nama telah meletakkan dasar-dasar tradisi ini: Faskho Sengox dari Blitar. Ia dianggap sebagai legenda, “Mbahe” (kakek buyut) sound horeg, yang telah berkiprah sejak puluhan tahun lalu.

Faskho Sengox: Legenda Sound Horeg dari Blitar

Faskho Sengox bukan sekadar nama; itu adalah jaminan kualitas dan daya tarik utama di setiap karnaval dan hajatan di Blitar dan sekitarnya. Popularitasnya jauh mendahului tren sound horeg saat ini.

Nama besar Faskho Sengox terkait erat dengan sosok sederhana bernama Syaiful Aziz, yang lebih dikenal sebagai Mbah Ngox. Berasal dari Dusun Sekardangan, Kanigoro, Kabupaten Blitar, ia adalah bukti nyata dedikasi dan semangat yang menggerakkan sebuah legenda.

Mbah Ngox: Perjalanan Panjang dari Aki dan Sepeda

Julukan “Mbahe” sound horeg untuk Faskho Sengox bukan tanpa alasan. Mbah Ngox memulai perjalanannya sejak era 1990-an, bahkan lebih awal lagi. Ini menjadikan beliau sebagai salah satu pionir di industri ini.

Perjalanan awalnya jauh dari kemewahan truk sound system modern. Mbah Ngox menceritakan awal mula usahanya dengan rinci:

“Saya menjalankan ini selama sekitar 4 tahun, sejak saya masih sekolah di MTs, sewaannya hanya Rp1.100 pada tahun 1985-an,”

Pada masa itu, Mbah Ngox menyewakan jasa audio sederhana untuk acara-acara warga, seperti pengajian. Ia menggunakan speaker sederhana yang diangkut dengan sepeda, dan sumber listriknya hanya mengandalkan aki. Ini menggambarkan akar rumput dari budaya sound system rakyat.

Evolusi Sound System: Dari Pengajian ke Battle Sound

Dari awal yang sederhana, Faskho Sengox berevolusi menjadi kekuatan utama dalam dunia battle sound dan karnaval. Mbah Ngox terus berinovasi dan mengembangkan sistem suaranya, menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan permintaan pasar.

Perkembangan teknologi tentu saja memberikan dampak yang signifikan. Mungkin penggunaan amplifier yang lebih canggih, speaker dengan kualitas suara yang lebih baik, dan tentu saja mobilitas yang lebih mudah dengan kendaraan bermotor. Namun, inti dari semangatnya tetap sama: menyediakan hiburan berkualitas untuk masyarakat.

Kisah Faskho Sengox dan Mbah Ngox bukan hanya sekadar kisah sukses, tetapi juga potret perjalanan panjang budaya sound system di Jawa Timur. Mereka adalah inspirasi bagi generasi muda yang menekuni bidang ini, menunjukkan bahwa kesuksesan dapat diraih melalui kerja keras, dedikasi, dan kecintaan terhadap seni.

Lebih dari itu, kisah mereka menunjukkan bahwa tren yang viral saat ini memiliki akar yang dalam dan kaya akan sejarah. Popularitas Edi Sound dan Brewog Audio saat ini merupakan lanjutan dari tradisi panjang yang telah dibangun oleh para pionir seperti Faskho Sengox dan Mbah Ngox.

Semoga cerita ini menginspirasi dan memperkaya wawasan kita tentang budaya sound system di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

Tinggalkan komentar


Related Post