Jakarta – Kabar kurang menyenangkan datang dari perhelatan SEA Games 2025 Thailand. Petenis andalan Indonesia, Janice Tjen, harus mengakhiri langkahnya lebih awal di nomor tunggal putri karena masalah kesehatan. Namun, di tengah kondisi yang kurang prima, Janice menunjukkan semangat juang tinggi dengan tetap berpartisipasi di nomor ganda putri dan berhasil meraih kemenangan.
Keputusan Janice untuk mundur dari nomor tunggal putri diambil saat pertandingan semifinal melawan wakil tuan rumah, Mananchaya Sawangkaew. Saat itu, kedudukan set pertama menunjukkan angka 4-6 untuk keunggulan Sawangkaew. Kondisi kesehatan yang kurang memungkinkan memaksa Janice untuk mengistirahatkan diri dari nomor tunggal.
Ringkasan Penting
- Janice Tjen mundur dari tunggal putri karena masalah kesehatan.
- Janice dan Aldila Sutjiadi berhasil menang di ganda putri meski Janice sedang tidak sehat.
- Indonesia fokus mempersiapkan diri untuk semifinal ganda putri SEA Games.
Mundurnya Janice Tjen dari Tunggal Putri
Pertandingan semifinal tunggal putri SEA Games 2025 menjadi momen yang berat bagi Janice Tjen. Masalah kesehatan yang dialaminya memaksanya untuk mundur dari pertandingan melawan Mananchaya Sawangkaew. Keputusan ini tentu mengecewakan, namun kesehatan tetap menjadi prioritas utama bagi sang atlet.
Semangat Juang di Ganda Putri
Meski harus mundur dari sektor tunggal, semangat juang Janice Tjen tidak surut. Ia tetap berpasangan dengan Aldila Sutjiadi di nomor ganda putri. Keputusan ini menunjukkan dedikasi tinggi Janice terhadap tim dan negara.
Pertandingan ganda putri yang mereka jalani berlangsung sengit. Mereka berhadapan dengan pasangan Singapura, Eva Marie Cheng/Su Yan Tan. Pertandingan tersebut menjadi ujian mental dan fisik bagi Janice yang sedang tidak dalam kondisi terbaiknya.
Kemenangan Dramatis dan Penilaian Pelatih
Perjuangan keras Aldila/Janice membuahkan hasil manis. Mereka berhasil mengalahkan pasangan Singapura melalui rubber set yang menegangkan. Kemenangan diraih dengan skor 6-1, 4-6, 10-6. Hasil ini membuktikan mental juara yang dimiliki Janice, seorang peraih gelar WTA 124 Suzhou dan WTA 250 Chennai.
Frank van Fraayenhoven, selaku pelatih kepala tim nasional tenis Indonesia, mengonfirmasi kondisi Janice. Ia menyebutkan bahwa Janice bahkan sempat muntah-muntah saat bertanding di nomor tunggal. Namun, Janice tetap memutuskan untuk bermain di ganda putri.
“Saat pertandingan tunggal, dia muntah-muntah. Masih merasa tidak enak badan, dia tetap bermain ganda bersama Aldila (yang juga merasa tidak enak badan) dan berhasil menang,” ungkap Frank kepada ANTARA melalui pesan singkat.
Kondisi Terkini dan Persiapan Semifinal Ganda Putri
Meskipun meraih kemenangan, kondisi kesehatan Janice Tjen belum pulih sepenuhnya. Tim pelatih dan tim medis terus berupaya maksimal untuk memastikan Janice bisa tampil prima di semifinal ganda putri.
Martin Setiawan, pelatih timnas tenis putri Indonesia, mengungkapkan kekhawatiran terkait kondisi atletnya.
“Kondisi Janice sekarang masih agak lemas tapi kami dan tim dokter sudah mempersiapkan tindakan-tindakan semaksimal mungkin untuk membantu Janice bisa bermain semifinal ganda besok,” ujar Martin.
Tim pelatih dan tim medis terus melakukan upaya terbaik agar Janice bisa tampil maksimal di babak semifinal ganda putri. Diharapkan, Janice dapat segera pulih dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia.









Tinggalkan komentar