Jafar/Felisha Bungkam Singapura, Tapi Kecewa! Apa Penyebabnya di SEA Games?

Kilas Rakyat

18 Januari 2026

2
Min Read

Kemenangan di atas lapangan bulu tangkis, ternyata tak selalu identik dengan raut muka sumringah. Itulah yang dirasakan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah dan Felisha Pasaribu, meski berhasil melaju ke perempat final SEA Games 2025.

Keduanya harus berjuang keras melewati tiga gim untuk menundukkan wakil Singapura, Eng Keat Wesley Koh/Zheng Yan Li. Namun, bukannya euforia, justru rasa kurang puas yang menyelimuti mereka.

Lolos ke Perempat Final dengan Performa di Bawah Standar

Jafar/Felisha berhasil mengamankan tempat di perempat final bulu tangkis SEA Games 2025. Mereka mengalahkan ganda campuran Singapura di Pathum Thani, Thailand pada Kamis (11/12/2025). Pertandingan berlangsung sengit, dengan skor akhir 19-21, 21-8, dan 21-19.

Kesulitan Mengatasi Tekanan dan Adaptasi

Meskipun meraih kemenangan, pasangan ganda campuran Indonesia ini mengakui bahwa performa mereka jauh dari yang diharapkan. Beberapa faktor menjadi penyebab kesulitan ini.

  • Kesulitan Mengontrol Emosi: Jafar mengakui bahwa emosi mereka sempat tidak terkontrol di tengah pertandingan. Tekanan dari lawan membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan.
  • Adaptasi Strategi: Felisha menyebutkan kesulitan dalam mengantisipasi gaya bermain lawan yang tidak terprediksi. Hal ini memaksa mereka meraba-raba strategi di awal laga.
  • Beban Mental Debut SEA Games: Felisha juga mengakui adanya beban mental sebagai debutan di ajang multievent sebesar SEA Games.
  • Performa di Bawah Ekspektasi

    Pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah dan Felisha Pasaribu, merasa performa mereka di bawah standar meski berhasil lolos ke perempat final SEA Games 2025. Felisha mengungkapkan kekecewaannya secara langsung.

    “Performa saya masih jauh sekali, lebih jelek daripada yang kami harapkan,” ujar Felisha.

    Jafar pun mengakui adanya masalah dalam mengendalikan emosi selama pertandingan.

    “Saya sempat agak kesal tadi. Kami benar-benar underperform,” kata Jafar.

    Di atas kertas, seharusnya Jafar/Felisha bisa menang lebih mudah. Status mereka sebagai unggulan dan pemain top 10 dunia seharusnya memberikan keuntungan. Lawan mereka, justru pemain tanpa peringkat BWF yang rekor penampilannya belum tercatat.

    Namun, justru faktor ketidaktahuan akan kekuatan lawan yang menjadi bumerang bagi wakil Merah Putih. Felisha menjelaskan bahwa ketidaktahuan akan gaya main lawan memaksa mereka meraba-raba strategi di awal laga.

    Felisha juga mengungkapkan adanya beban mental sebagai debutan di ajang sebesar SEA Games.

    “Mereka tidak seperti lawan-lawan yang sudah kami tahu. Lalu, ini juga SEA Games pertama saya, jadi atmosfernya cukup berbeda. Saya memiliki ekspektasi, tapi tidak sesuai jadi malah semakin tertekan,” tutur Felisha.

    Jafar mengatakan bahwa kunci kemenangan mereka terletak pada perubahan tempo di gim penentuan.

    Tinggalkan komentar


    Related Post