Indonesia Taklukkan Angin & Rajai Panahan Recurve SEA Games 2025: Emas!

Kilas Rakyat

6 Januari 2026

2
Min Read

Tim panahan Indonesia mengukir prestasi gemilang di ajang SEA Games Thailand 2025. Skuad Merah Putih berhasil menyabet dua medali emas sekaligus dari nomor beregu recurve putra dan putri. Keberhasilan ini menjadi awal manis bagi cabang olahraga panahan dalam pesta olahraga Asia Tenggara tersebut, sekaligus membuktikan dominasi Indonesia di kancah tersebut.

Prestasi membanggakan ini diraih berkat perjuangan keras para atlet dan persiapan matang yang telah dilakukan. Tim panahan Indonesia mampu menunjukkan mental juara dan tampil dominan di partai final, mengalahkan lawan-lawannya dengan skor meyakinkan. Kemenangan ini juga menjadi bukti bahwa kerja keras dan latihan yang terstruktur membuahkan hasil yang membanggakan.

Dominasi Tim Putri dan Putra di Final

Medali Emas untuk Srikandi Panahan

Medali emas pertama dipersembahkan oleh tim recurve putri yang diperkuat oleh Diananda Choirunisa, Ayu Mareta Dyasari, dan Rezza Octavia. Mereka tampil solid sejak awal laga, menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menghadapi tekanan.

  • Srikandi Indonesia berhasil menundukkan perlawanan sengit dari Malaysia dengan skor tipis 5–3.
  • Sementara itu, medali perunggu di sektor putri diraih oleh Vietnam, yang berhasil mengalahkan tuan rumah Thailand dengan skor 6–0.
  • Kemenangan Gemilang Tim Putra

    Jejak manis tim putri kemudian diikuti oleh tim recurve putra. Kuartet Ahmad Khoirul Baasith, Arif Dwi Pangestu, dan Riau Ega Agata Salsabilla tampil lebih garang di partai puncak.

  • Tim putra Indonesia berhasil menang meyakinkan atas Vietnam dengan skor telak 6–0.
  • Kemenangan ini memastikan emas kedua bagi panahan Indonesia, sekaligus mengamankan posisi Malaysia sebagai peraih medali perunggu setelah mengalahkan Thailand dengan skor 5–3.
  • Komentar Pelatih dan Atlet

    Hendra Setiawan, selaku kepala pelatih tim Recurve Indonesia, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian yang luar biasa ini. Ia menekankan pentingnya persiapan panjang dan kerja keras yang telah dilakukan selama hampir satu tahun.

    “Alhamdulillah, hampir satu tahun kami berlatih dan kerja keras itu tidak sia-sia,” ujar Hendra mengapresiasi anak asuhnya dikutip dari keterangan tertulis NOC Indonesia.

    Ia juga menambahkan bahwa para atlet berhasil menunjukkan kematangan mental dan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka di saat yang paling tepat.

    Tantangan terbesar yang dihadapi atlet adalah kondisi angin di venue pertandingan yang cukup sulit diprediksi.

    Arif Dwi Pangestu dan Rezza Octavia mengakui hal tersebut, namun bersyukur karena tetap bisa menjaga fokus hingga anak panah terakhir.

    Rezza Octavia mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kemenangan ini.

    “Alhamdulillah, terima kasih pemerintah, terima kasih Bapak Presiden,” ucap Rezza dengan penuh rasa syukur.

    Tinggalkan komentar


    Related Post