HUT RI ke-78: PKB Bantaeng Ajak Warga Lawan Hoaks dan Penjajahan Modern

Kilas Rakyat

9 Agustus 2025

2
Min Read

Ketua DPC PKB Bantaeng, Muhammad Asri Bakri, menekankan pentingnya mengingat perjuangan para pahlawan dan menjaga persatuan bangsa menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI. Ia menyatakan bahwa mengingat sejarah perjuangan bangsa merupakan hal krusial. Peringatan kemerdekaan setiap tahun menjadi momentum untuk mengingat pengorbanan para pendahulu.

“Kita tidak bisa lupa pada sejarah, sebab itulah seremonial kemerdekaan diperingati setiap tahun,” ujar Asri Bakri saat diwawancarai di kantornya, Jumat (8/8/2025). Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya mengenang sejarah sebagai landasan untuk membangun masa depan bangsa.

Asri Bakri melihat tantangan era modern berbeda dengan masa perjuangan fisik, namun tidak kalah beratnya. Ancaman perpecahan, penyebaran hoaks, dan provokasi di media sosial dinilai sebagai “penjajahan gaya baru” yang dapat mengikis semangat kebangsaan. Ia menyoroti bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memecah belah persatuan.

“Tentu saja medan perang kita berbeda dengan para pejuang dahulu, namun tetap saja kita tidak akan bisa menikmati hari ini jika tidak ada perjuangan orang-orang terdahulu kita,” tambahnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun bentuk perjuangan berbeda, esensi perjuangan untuk kemerdekaan tetap sama pentingnya.

Lebih lanjut, Asri Bakri menjelaskan pentingnya mengisi kemerdekaan dengan nilai-nilai patriotisme. Hal ini meliputi upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengatasi permasalahan sosial ekonomi seperti kemiskinan dan kebodohan. Ia juga menyerukan penolakan terhadap segala bentuk ketidakadilan.

Menurutnya, pembangunan Indonesia yang lebih baik, maju, dan sejahtera hanya dapat terwujud jika seluruh elemen masyarakat bersatu dan bahu membahu. Persatuan dan kesatuan menjadi kunci utama untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada.

“Masyarakat dapat membangun Indonesia yang lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera jika kita bersatu,” tegasnya. Pernyataan ini menjadi penutup wawancara, menekankan kembali pentingnya persatuan dalam membangun Indonesia.

Selain itu, pentingnya peran pemuda dalam menjaga persatuan dan kesatuan juga perlu diperhatikan. Pemuda sebagai penerus bangsa memiliki peran penting dalam melawan hoaks dan ujaran kebencian di media sosial. Pendidikan dan literasi digital sangat penting untuk membekali generasi muda dalam menghadapi tantangan di era digital.

Lebih jauh lagi, pemerintah juga memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini dapat dilakukan melalui kebijakan-kebijakan yang adil dan merata, serta penegakan hukum yang tegas terhadap penyebar hoaks dan ujaran kebencian. Kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan pemuda sangat penting untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik. Kemerdekaan yang telah diraih harus dijaga dan diisi dengan hal-hal positif untuk kemajuan bangsa.

Tinggalkan komentar


Related Post