Gladi Posko Armuzna: Petugas Haji Siap Layani Anda, Tak Ada Lagi Keluhan!

Kilas Rakyat

28 Januari 2026

3
Min Read

Peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 2026 mengikuti simulasi gladi Posko Armuzna pada Rabu, 28 Januari 2026. Latihan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan para petugas dalam menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi selama musim haji.

Para peserta dibagi ke dalam tiga daerah kerja (daker) untuk gladi yang disesuaikan dengan masing-masing area tugas. Daker Bandara yang nantinya bertugas di Arafah, melakukan simulasi di Gedung A. Sementara itu, Daker Mekkah melaksanakan gladi di Muzdalifah tepatnya di SG 1, dan Daker Madinah melakukan simulasi di Mina, tepatnya di Lapangan Basket.

Simulasi ini menggambarkan pergerakan jamaah haji dari Makkah menuju Arafah pada tanggal 8 Zulhijjah. Proses ini dibagi menjadi tiga gelombang keberangkatan menggunakan 21 bus, yaitu gelombang pagi, siang, dan sore hingga malam hari.

Puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah, menjadi fokus simulasi. Peserta membayangkan jamaah dari berbagai negara melakukan ibadah dan berdoa. Setelah itu, jamaah melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah dengan tujuh bus, lalu bergerak ke Mina menggunakan lima bus. Perjalanan kembali ke Makkah dari Mina direncanakan menggunakan 21 bus.

Selama gladi di Mina, petugas dihadapkan pada berbagai kendala saat jamaah tiba di posko sebelum menuju area jamarat. Simulasi ini menghadirkan skenario jamaah lansia yang membutuhkan bantuan dan kursi roda, serta isu seperti jamaah yang belum mendapatkan tenda sesuai rencana, ketersediaan konsumsi, hingga masalah kesehatan.

Arus jamaah dalam simulasi terus bergerak dinamis, menggambarkan kondisi di mana ada jamaah yang merasa haus, lapar, bahkan sakit, yang dapat memicu emosi. Dalam situasi tersebut, petugas PPIH dituntut untuk bertindak sigap dalam mencari solusi. Koordinasi antar lini tugas dan fungsi menjadi kunci utama, mencakup bidang konsumsi, akomodasi, pertolongan pertama, hingga kesehatan.

“Tanpa ada koordinasi antarpetugas, kondisi tidak bisa segera teratasi,” ujar Letkol Surnadi, menekankan pentingnya kerja sama tim.

Ia menambahkan bahwa petugas harus mampu memberikan pelayanan prima kepada seluruh jamaah. Setiap petugas harus memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, bergerak cepat, dan memberikan pelayanan terbaik.

Selain itu, petugas juga harus sigap dalam menangani kebutuhan makan jamaah. Salah satu contoh penanganan yang disimulasikan adalah memberikan kepastian waktu terkait ketersediaan makanan.

“Lima menit dari sekarang, saya pastikan sudah ada makanan, sabar ya,” ungkap petugas yang memerankan bagian konsumsi.

Penanganan terhadap jamaah yang sakit juga menjadi prioritas. Petugas medis akan segera melakukan pemeriksaan dan merujuk jamaah ke rumah sakit jika diperlukan.

Letkol Surnadi menekankan bahwa ujian haji yang sebenarnya seringkali terjadi di Armuzna. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai potensi masalah dan cara penyelesaiannya sangatlah krusial.

Kepala Daker Madinah, Khalillurahman, menyatakan bahwa masalah-masalah yang disimulasikan dalam gladi ini merupakan tantangan yang kerap muncul di setiap musim haji.

“Figuran tadi itu hanya sebagian kecil, kenyataannya jauh lebih berat,” tuturnya usai gladi di depan peserta Diklat PPIH Arab Saudi.

Tinggalkan komentar


Related Post