Dua Jenazah Korban Kapal Tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan Nelayan

Kilas Rakyat

7 Juli 2025

3
Min Read

Nelayan setempat menemukan dua jenazah yang diduga korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan Senggrong, Muncar, Banyuwangi, pada Minggu (6/7). Penemuan ini terjadi pada hari keempat operasi pencarian.

Kondisi kedua jenazah sudah membusuk dan sulit dikenali identitasnya. Bripka I Wayan Wedhana, Kepala Unit (Kanit) Satpolairud Muncar, menjelaskan bahwa penemuan dilakukan secara terpisah oleh nelayan setempat.

Jenazah pertama, berjenis kelamin laki-laki, ditemukan sekitar pukul 16.00 WITA. Jenazah tersebut langsung dibawa ke Pelabuhan Muncar dan kemudian diangkut ke Puskesmas Kedungrejo menggunakan ambulans milik TNI AL untuk proses identifikasi.

Selanjutnya, jenazah tersebut dikirim ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Proses pengiriman dilakukan pada malam hari, setelah maghrib, dengan pengawalan tim SAR.

Sementara itu, jenazah kedua masih dalam proses evakuasi oleh tim SAR menuju Pelabuhan Muncar. Belum diketahui pasti apakah jenazah ini juga akan dibawa ke Puskesmas Kedungrejo atau langsung ke rumah sakit.

Kronologi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya

KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat melakukan perjalanan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Insiden ini terjadi di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Berdasarkan laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk, kapal mengirimkan sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA, diikuti dengan pemadaman listrik (blackout) pada pukul 00.19 WITA.

Cuaca buruk dengan gelombang laut mencapai 2,5 meter diduga menjadi penyebab utama kecelakaan. Gelombang tinggi membuat kapal kehilangan stabilitas dan akhirnya karam di koordinat -08°09.371′, 114°25, 1569.

Data Manifest dan Korban

Berdasarkan data manifest, KMP Tunu Pratama Jaya membawa 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru kapal. Hingga saat ini, total korban yang telah ditemukan berjumlah 39 orang.

Dari jumlah tersebut, 9 orang dinyatakan meninggal dunia dan 30 orang berhasil selamat. Sebanyak 26 korban lainnya masih dinyatakan hilang dan pencarian masih terus dilakukan.

Operasi pencarian melibatkan berbagai pihak, termasuk nelayan setempat, Basarnas, TNI AL, dan instansi terkait lainnya. Pencarian difokuskan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal dan daerah sekitarnya.

Upaya Pencarian dan Evakuasi

Tim SAR gabungan terus berupaya keras untuk menemukan korban yang masih hilang. Mereka menggunakan berbagai peralatan dan teknologi untuk mempercepat proses pencarian.

Selain pencarian di laut, upaya identifikasi jenazah juga menjadi fokus utama. Kerja sama dengan rumah sakit dan pihak berwenang sangat penting untuk memastikan identitas korban dan memberikan kepastian kepada keluarga.

Kejadian ini menjadi pengingat penting akan pentingnya keselamatan pelayaran dan antisipasi terhadap kondisi cuaca ekstrem. Perlu evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan di jalur penyeberangan Selat Bali.

Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan standar keamanan kapal dan memberikan pelatihan yang memadai kepada awak kapal agar kejadian serupa dapat dihindari di masa mendatang.

Dukungan dan kepedulian masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu para korban dan keluarga mereka yang tengah berduka. Semoga proses pencarian segera membuahkan hasil dan semua korban dapat segera ditemukan.

Tinggalkan komentar


Related Post