Surabaya – Lebih dari sekadar permainan kartu, domino kini menjelma menjadi ajang yang berpotensi besar menggerakkan roda perekonomian lokal. Inilah visi yang diusung oleh Higgs Games Island (HGI) melalui penyelenggaraan HGI City Cup 2026 di Surabaya.
Perhelatan akbar ini bukan hanya sekadar kompetisi domino biasa. HGI City Cup 2026 Surabaya Fest menjadi penanda dimulainya rangkaian turnamen domino berskala nasional yang dirancang dengan sistem kompetisi terstruktur. Turnamen ini berlangsung selama delapan minggu, dimulai sejak 25 April di Grand City Mall Surabaya. Lebih dari sekadar mengadu strategi, acara ini membuka babak baru dalam pengembangan domino sebagai olahraga pikiran yang serius dan berkelanjutan.
Keunikan HGI City Cup terletak pada mekanismenya yang berlapis, memadukan partisipasi tingkat nasional dan lokal. Terdapat dua jalur utama dalam kompetisi ini. Pertama, gelombang nasional yang membuka kesempatan bagi pemain dari seluruh penjuru Indonesia untuk berkompetisi secara daring (online). Kedua, gelombang Surabaya yang secara khusus digelar selama delapan minggu untuk menyaring para pemain terbaik dari level lokal.
Dari kedua jalur kompetisi tersebut, total 32 pemain terbaik akan berhak melaju ke babak final yang diselenggarakan secara luring (offline). Babak puncak ini akan mempertemukan talenta-talenta hasil seleksi dari berbagai komunitas daerah hingga pemain berlevel nasional dalam satu panggung kompetisi yang prestisius.
Visi HGI: Mengembangkan Domino Menjadi Olahraga Pikiran Profesional
Kevin Martino, Tournament Manager HGI City Cup, menjelaskan bahwa desain sistem kompetisi ini memiliki tujuan ganda. Selain menciptakan persaingan yang ketat, sistem ini juga dirancang untuk memberikan arah pengembangan yang jelas bagi para pemain domino.
“HGI City Cup 2026 adalah wujud komitmen kami untuk membangun ekosistem domino yang lebih terstruktur dan berkelanjutan sebagai olahraga pikiran,” ujar Kevin dalam keterangan resminya kepada detikSport. Ia menambahkan, “Sejak awal, visi program ini adalah membuka pintu lebar bagi talenta-talenta baru, terutama generasi muda. Kami ingin memberi mereka kesempatan untuk berkembang dan berkompetisi di level yang lebih tinggi secara profesional.”
Pemilihan Surabaya sebagai kota pembuka rangkaian turnamen ini bukanlah tanpa alasan. Hasil riset HGI menunjukkan bahwa Surabaya memiliki komunitas domino yang kuat dan tingkat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terhadap permainan ini. Hal ini menjadi modal penting untuk menciptakan bibit-bibit unggul.
“Dari komunitas-komunitas inilah kami melihat potensi besar lahirnya pemain-pemain yang mampu bersaing di tingkat nasional, bahkan melampaui itu,” papar Kevin.
Dalam setiap pelaksanaannya, HGI sangat menekankan pentingnya standar kompetisi yang profesional. Seluruh pertandingan dijalankan menggunakan sistem yang menjamin transparansi dan keadilan. Setiap pemain memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dan meraih peningkatan performa.
Lebih lanjut, Kevin menggarisbawahi bahwa HGI City Cup tidak hanya berfokus pada hasil akhir pertandingan. Aspek pembinaan pemain dalam jangka panjang menjadi prioritas utama. HGI saat ini tengah aktif mengembangkan berbagai skema untuk menciptakan jalur pengembangan atlet yang lebih terarah. Tujuannya adalah agar domino tidak hanya dipandang sebagai aktivitas komunitas semata, tetapi juga memiliki potensi untuk menjadi jalur prestasi yang menjanjikan, bahkan sebuah karier profesional.
Dampak Ekonomi dan Sosial yang Luas
Dengan total hadiah mencapai Rp 200 juta, HGI City Cup 2026 Surabaya Fest diharapkan mampu menjadi pendorong motivasi sekaligus wadah pembuktian diri bagi para pemain. Mereka dapat menunjukkan kualitas permainan mereka di tengah persaingan yang semakin ketat.
Rangkaian HGI City Cup tidak berhenti di Surabaya. Turnamen ini rencananya akan berlanjut ke kota-kota lain seperti Bekasi dan Medan. Setiap kota akan memiliki karakteristik komunitas dan tingkat kompetisi yang berbeda, sejalan dengan upaya HGI untuk membangun sistem turnamen domino yang lebih luas dan terintegrasi secara nasional.
Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan acara ini. HGI menggandeng Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Surabaya, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, serta Pemerintah Kota Surabaya. Sinergi ini menunjukkan adanya keselarasan visi dalam mendorong perkembangan domino sebagai olahraga pikiran, sekaligus sebagai aktivitas yang mampu memberikan dampak positif bagi sosial dan ekonomi masyarakat.
Tatik Lely Juwita, perwakilan dari Dinkopumdag Surabaya, menyambut baik konsep HGI City Cup. Ia menilai bahwa inisiatif ini menawarkan pendekatan baru dalam penyelenggaraan sebuah acara di kota Pahlawan. “Ini konsep yang sangat menarik,” ujar Tatik. Ia menambahkan, “Karena menggabungkan aktivitas digital dengan kegiatan langsung, sekaligus mampu menggerakkan ekonomi para pelaku UMKM di Surabaya.”
Melalui HGI City Cup 2026, domino tidak hanya mendapatkan sorotan sebagai olahraga pikiran yang menantang, tetapi juga sebagai katalisator yang mampu memicu pertumbuhan ekonomi lokal melalui berbagai aspek, mulai dari pariwisata, kuliner, hingga pemberdayaan UMKM. Sebuah langkah strategis yang membuktikan bahwa olahraga dan ekonomi dapat berjalan beriringan untuk kemajuan kota.
Dampak positif dari penyelenggaraan turnamen ini diharapkan dapat dirasakan tidak hanya oleh para pemain domino, tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat Surabaya. Dari ajang kompetisi, diharapkan tercipta peluang ekonomi baru dan penguatan komunitas yang lebih solid.









Tinggalkan komentar