Domain Friendster Dibeli Rp 517 Juta, Siap Bangkit Lagi?

28 April 2026

4
Min Read

Meta Description: Jelajahi kisah di balik pembelian domain Friendster senilai Rp 517 juta dan visi pengusaha di baliknya untuk menghidupkan kembali jejaring sosial legendaris ini.

Jakarta – Bagi generasi milenial, nama Friendster mungkin membangkitkan nostalgia masa awal era 2000-an. Di era warnet, platform ini menjadi primadona, bersanding dengan situs-situs populer lainnya. Namun, kejayaan itu tak bertahan lama. Facebook hadir dan mengambil alih tahta sebagai media sosial pilihan anak muda. Akhirnya, Friendster menghilang dari peredaran pada tahun 2015 setelah sempat tidak dapat diakses selama delapan tahun.

Kejutan datang pada Oktober 2023, ketika situs Friendster dilaporkan kembali bisa diakses. Sayangnya, kembalinya situs ini hanya disambut dengan rentetan iklan pop-up yang seolah menjadi sumber pendapatan utama. Kondisi ini menarik perhatian Mike Carson, seorang programmer dan pengusaha, yang penasaran dengan kepemilikan domain legendaris ini.

Setelah melakukan penelusuran, Carson menemukan bahwa pemilik domain tersebut adalah seseorang yang pernah bertukar email dengannya. Rasa ingin tahu mendorong Carson untuk menghubungi pemilik domain dan menyatakan minatnya untuk membeli. Sang pemilik kemudian mengungkapkan bahwa ia telah mengakuisisi domain tersebut dengan mahar 8.000 dolar Amerika Serikat (USD).

Tertarik dengan nilai historis dan keunikan domain ‘Friendster.com’, Carson memulai negosiasi. Kesepakatan pun tercapai. Carson berhasil memperoleh ‘Friendster.com’ dengan total nilai sekitar 30.000 USD, yang setara dengan Rp 517 jutaan. Nilai ini didapat dari kombinasi Bitcoin senilai 20.000 USD dan aset domain lain yang menghasilkan pendapatan iklan tahunan sekitar 9.000 USD.

Perjuangan Meraih Hak Merek Dagang

Pembelian domain ternyata hanyalah langkah awal bagi Mike Carson. Pemilik sebelumnya memberitahukan bahwa hak merek dagang Friendster akan segera berakhir. Menyadari potensi besar yang ada, Carson tidak tinggal diam. Setelah berkonsultasi dengan tim hukum dan melalui proses yang panjang dan rumit, Carson akhirnya berhasil memperoleh hak merek dagang Friendster pada tanggal 13 Mei 2025.

Visi Baru Friendster: Lebih dari Sekadar Media Sosial

Keputusan Mike Carson untuk mengakuisisi domain dan hak merek dagang Friendster bukanlah sekadar investasi. Dikutip dari Gigazine pada Selasa, 28 April 2026, Carson memiliki visi besar untuk menghidupkan kembali Friendster sebagai layanan jejaring sosial. Ia bercita-cita menciptakan sesuatu yang positif, sesuatu yang dapat dinikmati dan memberikan manfaat bagi penggunanya.

Carson mengungkapkan kekecewaannya terhadap tren jejaring sosial modern yang menurutnya lebih banyak mempromosikan aspek negatif. Ia mengenang Friendster sebagai platform yang memberikan pengalaman positif dan menyenangkan, meskipun terkadang membuatnya frustrasi karena masalah teknis. Pengalaman inilah yang mendorongnya untuk mengembalikan esensi positif dari sebuah jejaring sosial.

Inovasi Unik: Koneksi Melalui "Ketukan" Ponsel

Ide revolusioner Carson untuk menghidupkan kembali Friendster berpusat pada konsep "mengetuk ponsel pintar" sebagai satu-satunya cara untuk menambah teman. Gagasan ini mengharuskan pengguna untuk berada dalam jarak dekat di dunia nyata dan secara bersamaan mengetukkan ponsel pintar mereka untuk dapat terhubung.

Carson meyakini konsep ini akan sangat menarik karena mendorong interaksi tatap muka yang otentik. Ia ingin menciptakan sebuah platform di mana orang benar-benar bertemu, berinteraksi, dan membangun pertemanan dengan individu sungguhan. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan peluang pertemuan fisik yang kini semakin langka di era digital.

Tantangan dan Peluncuran Aplikasi Friendster

Mengimplementasikan ide unik ini tidaklah mudah. Carson segera mengembangkan aplikasi Friendster untuk iOS. Namun, aplikasi ini sempat ditolak oleh App Store karena dianggap melanggar persyaratan "Fungsionalitas Minimum 4.2". Tidak menyerah, Carson memodifikasi sistem aplikasi.

Perubahan tersebut memungkinkan siapa saja untuk mendaftar di Friendster, namun tetap mempertahankan aturan inti: penambahan teman memerlukan pertemuan tatap muka dan saling mengetuk ponsel. Setelah melalui proses penyesuaian, aplikasi Friendster yang telah diperbarui akhirnya berhasil dirilis dan kini dapat diunduh dari toko aplikasi Apple.

Diferensiasi Friendster di Tengah Persaingan Ketat

Mike Carson menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini bukanlah pada monetisasi. Ia berharap aplikasi ini dapat menutupi biaya operasionalnya. Ke depannya, ada kemungkinan untuk meluncurkan paket berbayar yang menawarkan fitur premium. Namun, yang terpenting baginya adalah bagaimana Friendster dapat membedakan dirinya dari layanan jejaring sosial lainnya.

Carson menyoroti dua poin utama yang menjadi keunggulan Friendster versi baru:

  • Teman dari Teman: Pengguna dapat melihat daftar teman dari teman yang sudah ada dan mengirimkan permintaan pesan. Hal ini bertujuan untuk memperluas jaringan pertemanan secara organik, sambil tetap menekankan pentingnya pertemuan di kehidupan nyata untuk menjadi teman.

  • Melemahnya Koneksi: Sebuah fitur unik yang membedakan Friendster adalah konsep "melemahnya koneksi". Jika dua pengguna yang berteman di Friendster tidak pernah saling menyentuhkan ponsel mereka dalam jarak dekat selama setahun, koneksi mereka di aplikasi akan melemah. Carson menjelaskan bahwa ini bukanlah hukuman, melainkan sinyal lembut bahwa persahabatan sejati perlu dipupuk melalui interaksi langsung, bukan hanya secara online.

Melalui inovasi dan visi yang jelas, Mike Carson berupaya mengembalikan kejayaan Friendster, bukan sekadar sebagai situs nostalgia, tetapi sebagai platform yang mendorong koneksi manusiawi yang otentik di era digital yang semakin terkoneksi namun terkadang terasa hampa. Kembalinya Friendster dengan konsep yang segar ini patut menjadi perhatian, terutama bagi mereka yang merindukan era di mana media sosial lebih tentang membangun hubungan nyata.

Tinggalkan komentar


Related Post