Dinus Communication Carnival 2026: Udinus Cetak Talent PR Muda Profesional

Kilas Rakyat

3 Februari 2026

4
Min Read

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) melalui program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komputer baru saja sukses menggelar Dinus Communication Carnival atau DCC 2026. Acara ini merupakan bukti komitmen Udinus dalam mencetak talenta Public Relations (PR) muda yang tidak hanya adaptif tetapi juga berdaya saing tinggi. Kesiapan ini didukung oleh penerapan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dalam setiap penyelenggaraannya.

Dengan mengusung tema “Digital X-Pression: Creativity for Empowerment,” DCC 2026 berlangsung meriah pada 27 hingga 28 Januari 2026 di Gedung H Udinus. Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari mahasiswa Ilmu Komunikasi Udinus, pelajar SMA/SMK se-Kota Semarang, hingga para mitra industri dan institusi publik.

Expo dan Gelar Karya DCC 2026 menjadi salah satu implementasi penting dari OBE. Acara ini berfungsi sebagai ruang evaluasi capaian pembelajaran mahasiswa yang sebelumnya telah melaksanakan praktik nyata kampanye literasi digital dan creative tourism. Pelaksanaan kampanye ini telah berlangsung sejak November 2025 hingga Januari 2026, melibatkan 20 tim mahasiswa Ilmu Komunikasi Udinus.

Melalui kampanye tersebut, para mahasiswa tidak hanya berupaya meningkatkan kesadaran digital di kalangan pelajar, tetapi juga mempromosikan pariwisata berbasis kreativitas. Total lebih dari 1.700 siswa SMA/SMK di Semarang terlibat dalam program ini, yang juga menghasilkan lebih dari 72 publikasi media lintas platform.

Dalam setiap tahapan kampanye, mahasiswa dituntut untuk menerapkan kompetensi inti lulusan yang telah dirancang dalam kurikulum OBE. Mulai dari tahap analisis situasi komunikasi yang mendalam, perumusan strategi dan objektif yang tepat sasaran, produksi pesan kreatif yang menarik di berbagai media, hingga pengukuran dampak komunikasi yang terukur.

Pendekatan unik yang diterapkan adalah integrasi literasi digital dengan konsep creative tourism. Mahasiswa mengemas materi edukasi tentang etika digital, pengenalan generative AI, permainan tradisional, serta memperkenalkan destinasi wisata edukatif dan kekayaan budaya lokal. Hal ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya menghasilkan luaran (output), tetapi juga menunjukkan hasil pembelajaran (outcome) yang konkret dan relevan dengan konteks.

Peran DCC 2026 dalam Pengembangan Talenta PR

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Udinus, Dr. Lisa Mardiana, menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran ini dirancang khusus untuk membekali mahasiswa dengan keahlian Public Relations yang sangat dibutuhkan oleh industri dan masyarakat saat ini.

“Melalui DCC 2026, mahasiswa kami dorong untuk tidak hanya kreatif, tetapi juga strategis dan bertanggung jawab.”

“Kampanye literasi digital dan creative tourism ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar merancang program PR yang terukur, berorientasi dampak, serta memiliki sensitivitas sosial dan budaya,” tambahnya.

Salah satu contoh program yang berhasil menarik perhatian adalah kampanye “No Scater Build Future” yang digagas oleh tim Dragora Project. Berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia, tim ini berhasil mengedukasi siswa SMA Theresiana 1 Semarang mengenai bahaya judi online serta pentingnya kecerdasan digital dalam mengambil keputusan.

Selain itu, tim COMLIDIA mengangkat tema Etika Penggunaan Generative AI dalam kerjasamanya dengan BPSDMP Diskominfo Yogyakarta. Kampanye ini dilaksanakan di SMA Kesatrian 1 Semarang, memberikan pemahaman mendalam kepada siswa mengenai pemanfaatan teknologi AI secara bijak.

Aspek creative tourism juga turut dioptimalkan melalui kerja sama dengan Taman Maerokoco Semarang. Para siswa diajak untuk lebih mengenal destinasi wisata lokal sambil turut serta dalam upaya menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai terlupakan.

Apresiasi dari Praktisi Industri

Founder MAW Talk sekaligus CEO PR Indonesia, Asmono Wikan, memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai capaian yang ditunjukkan oleh para mahasiswa Udinus dalam pelaksanaan program DCC 2026.

Menurutnya, mahasiswa Ilmu Komunikasi Udinus telah menunjukkan kemampuan yang mumpuni dalam merancang dan mengeksekusi program PR secara terstruktur dan profesional.

Beliau mengamati bahwa mahasiswa telah melalui seluruh tahapan penting dalam sebuah kampanye PR. Mulai dari analisis situasi yang cermat, perumusan objektif komunikasi yang jelas, eksekusi program melalui berbagai kanal media yang efektif, hingga pengukuran dampak melalui metode pre-test dan post-test yang akurat.

“Dalam skala yang lebih sophisticated, mereka telah mampu menyusun dan menjalankan program PR yang terukur dan menjanjikan.”

“Ini merupakan proses pembelajaran yang sangat baik bagi calon praktisi PR,” pungkasnya, menekankan nilai penting pengalaman ini bagi pengembangan karir para mahasiswa.

Tinggalkan komentar


Related Post