Relasi dalam matematika merupakan hubungan antara dua himpunan atau lebih yang dikaitkan melalui suatu aturan. Relasi pada himpunan bisa digambarkan melalui diagram panah, tabel, atau diagram kartesius. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara membuat diagram kartesius dari relasi satu lebihnya dari himpunan.
Pertama-tama, kita perlu memahami apa itu relasi satu lebihnya. Relasi satu lebihnya adalah relasi yang menghubungkan elemen himpunan A dengan elemen lain di himpunan B, yang memiliki nilai satu lebih dari elemen pada himpunan A.
Misalkan ada himpunan A = {1, 2, 3, 4} dan himpunan B = {2, 3, 4, 5, 6}. Dalam hal ini, relasi satu lebihnya dari himpunan A ke himpunan B dapat dinyatakan sebagai:
R = {(1, 2), (2, 3), (3, 4), (4, 5)}
Sekarang kita akan membuat diagram kartesius dari relasi ini. Berikut langkah-langkahnya:
- Buat sumbu x dan y – Sumbu x merepresentasikan elemen dari himpunan A, sementara sumbu y merepresentasikan elemen dari himpunan B.
- Label sumbu x dan y – Berikan label pada sumbu x dengan elemen-elemen dari himpunan A (1, 2, 3, 4) dan sumbu y dengan elemen-elemen dari himpunan B (2, 3, 4, 5, 6).
- Plot titik-titik dari pasangan yang ada dalam relasi – Setiap pasangan dalam relasi R akan direpresentasikan sebagai titik koordinat (x, y) pada diagram kartesius. Dalam contoh ini, kita akan memiliki titik-titik berikut:
- (1, 2)
- (2, 3)
- (3, 4)
- (4, 5)
- Gambarkan titik-titik tersebut pada diagram kartesius – Tempatkan titik-titik koordinat tersebut pada diagram kartesius sesuai dengan pasangan angka dalam relasi.
Setelah mengikuti langkah-langkah di atas, kita akan memiliki diagram kartesius dari relasi satu lebihnya dari himpunan seperti ini:
y6 |5 | •4 | •3 | •2 | •1 | +------------------- 1 2 3 4 x
Dari diagram kartesius tersebut, kita bisa melihat dengan jelas relasi satu lebihnya antara himpunan A dan himpunan B.
Semoga artikel ini membantu Anda memahami cara membuat diagram kartesius dari relasi satu lebihnya dalam himpunan. Dengan memiliki pemahaman ini, Anda akan siap untuk menerapkan konsep ini dalam situasi matematika yang lebih kompleks.









Tinggalkan komentar