Program rehabilitasi mangrove yang digagas PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menunjukkan progres positif hingga akhir tahun 2025. Salah satu inisiatif utamanya adalah Regenerasi Hutan Mangrove Teluk Pangpang di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Program ini bertujuan memulihkan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Program rehabilitasi mangrove ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI, yang berfokus pada pilar keberlanjutan, khususnya aspek Inclusion and Resilience.
Luasan pesisir yang mengalami penurunan tutupan mangrove akibat abrasi pantai menjadi salah satu sasaran program. Kondisi ini diperparah oleh alih fungsi lahan menjadi tambak serta aktivitas penebangan liar yang mengancam keseimbangan ekosistem.
Program yang berjalan dari Agustus 2024 hingga Agustus 2027 ini mencakup rangkaian kegiatan terintegrasi. Mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan mangrove yang dilakukan secara berkelanjutan.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa inisiatif ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang. Dampak tersebut tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat pesisir.
“BNI berkomitmen menjalankan program TJSL yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan. Khususnya dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir,” ujar Okki.
Pelaksanaan Program Regenerasi Hutan Mangrove Teluk Pangpang mengusung konsep Creating Shared Value (CSV). Konsep ini menekankan penciptaan nilai bersama antara perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.
Melalui pendekatan ini, BNI tidak hanya berkontribusi pada pemulihan ekosistem. Perusahaan juga memperkuat peran korporasi dalam agenda pembangunan berkelanjutan nasional.
Program ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Terutama pada SDG 13 (Aksi Iklim), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 15 (Ekosistem Darat).
Kegiatan rehabilitasi mangrove ini melibatkan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Baret. Partisipasi aktif perempuan dan pemuda pesisir juga turut dilibatkan dalam program ini.
Keterlibatan masyarakat lokal dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan hasil rehabilitasi. Hal ini juga menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap kawasan mangrove yang direstorasi.
Dari sisi lingkungan, regenerasi mangrove di Teluk Pangpang memberikan dampak yang signifikan. Hal ini terlihat dari berkurangnya abrasi pantai.
Program ini juga meningkatkan kualitas perairan di wilayah tersebut. Selain itu, habitat berbagai biota pesisir seperti kepiting soka, ikan lemuru, dan burung migrasi turut pulih.
Ekosistem mangrove memiliki fungsi vital sebagai penyerap karbon alami yang efektif. Hal ini berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim secara global.
Tidak hanya berfokus pada aspek ekologis, BNI juga mengintegrasikan penguatan ekonomi masyarakat. Hal ini dilakukan melalui tiga intervensi utama.
Pertama, pengembangan kawasan eduwisata mangrove. Kedua, penguatan unit pembibitan mangrove sebagai sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Ketiga, revitalisasi infrastruktur pendukung untuk menunjang aktivitas sosial dan ekonomi warga pesisir. Hal ini diharapkan dapat mendorong potensi ekonomi lokal.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas lokal, BNI menyelenggarakan berbagai pelatihan dan lokakarya. Pelatihan ini mencakup teknik pembibitan dan perawatan mangrove.
Selain itu, materi konservasi berbasis masyarakat juga diberikan. Pengelolaan wisata edukatif juga menjadi salah satu fokus pelatihan.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat. Penguatan kohesi sosial juga menjadi tujuan penting. Serta membuka peluang usaha baru berbasis konservasi.
“Melalui rehabilitasi mangrove ini, BNI ingin memastikan bahwa upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat, sehingga tercipta manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” tegas Okki.
Ke depan, BNI menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan praktik keberlanjutan. Praktik ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Program rehabilitasi mangrove di Banyuwangi menjadi salah satu wujud peran aktif BNI. Perusahaan ini mendukung ketahanan ekosistem pesisir. Selain itu, BNI juga mendorong pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan.









Tinggalkan komentar