Bio Farma Kirim 1000 Vaksin Tetanus ke Bandung Barat: Hadang Krisis Kesehatan Pasca Longsor

Kilas Rakyat

3 Februari 2026

2
Min Read

Ribuan dosis vaksin tetanus telah disalurkan untuk para relawan dan warga yang terdampak bencana tanah longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk melindungi mereka dari potensi infeksi, terutama yang berisiko mengalami luka terbuka di tengah kondisi lingkungan yang masih dalam tahap pemulihan pasca-bencana.

Distribusi vaksin tetanus ini merupakan bagian dari respons kemanusiaan yang digagas oleh Bio Farma. Bantuan ini melengkapi dukungan lainnya yang telah diberikan, seperti paket kebersihan (hygiene kit), perlengkapan medis (medicine kit), dan kebutuhan dasar keluarga (family kit). Tujuannya adalah untuk memastikan para penyintas bencana mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar mereka selama masa tanggap darurat berlangsung.

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menegaskan komitmen perusahaan dalam penanganan bencana. Ia menyatakan bahwa keterlibatan Bio Farma merupakan wujud tanggung jawab sebagai badan usaha milik negara (BUMN) untuk memperkuat ketahanan kesehatan di tingkat daerah maupun nasional.

“Vaksinasi tetanus ini merupakan langkah preventif untuk melindungi relawan dan korban dari risiko infeksi. Sementara bantuan logistik diharapkan mampu meringankan beban masyarakat terdampak dan mempercepat proses pemulihan,” ujar Shadiq Akasya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya vaksinasi sebagai upaya pencegahan penyakit dan peran bantuan logistik dalam meringankan penderitaan korban bencana.

Bantuan vaksin dan logistik ini tidak hanya bersumber dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bio Farma, tetapi juga dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bio Farma. Para karyawan perusahaan secara sukarela telah mengumpulkan donasi sebesar Rp 50 juta. Dana ini disalurkan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat Jawa Barat yang tengah menghadapi musibah.

Bencana tanah longsor yang terjadi menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama terkait potensi meningkatnya risiko penyakit infeksi. Luka terbuka yang dialami korban di area terdampak bencana menjadi perhatian utama.

Dalam situasi darurat seperti ini, vaksinasi tetanus memegang peranan krusial sebagai intervensi kesehatan yang sangat dibutuhkan. Di samping itu, penyediaan dukungan logistik yang memadai juga sangat penting untuk menunjang kelangsungan hidup dan menjaga keselamatan para penyintas bencana.

Tinggalkan komentar


Related Post